Massa Bentrok dengan Aparat Saat Hari Damai Aceh, Begini Kronologinya

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peringatan Hari Damai Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berujung kericuhan pada Sabtu (15/8/2026). Massa dari sejumlah elemen masyarakat terlibat bentrokan dengan aparat gabungan TNI dan Polri.

Kericuhan terjadi setelah massa hendak memasang bendera bintang bulan di salah satu tiang dalam kompleks masjid. Aparat TNI yang berjaga kemudian melarang pemasangan bendera tersebut.

Mengutip Serambi, larangan tersebut diikuti sejumlah tembakan peringatan yang dilepaskan ke udara. Suara tembakan membuat massa yang berada di halaman masjid spontan tiarap.

Situasi kemudian memanas setelah sebagian massa meluapkan kemarahan kepada aparat TNI. Massa lalu mengejar personel TNI yang berada di sekitar kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Pengejaran berlangsung hingga kawasan depan Gedung DPRK Banda Aceh. Sebagian massa lainnya bergerak menuju kawasan lampu Simpang Kodim.

Dalam situasi tersebut, massa melemparkan batu dan sejumlah benda ke arah aparat. Petugas kemudian merespons dengan tembakan ke udara dan penggunaan gas air mata.

Bentrokan akhirnya mulai mereda setelah personel TNI menjauh dari kejaran massa. Namun, massa masih bertahan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman untuk menyampaikan protes.

Kericuhan tersebut juga menyebabkan sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar masjid mengalami kerusakan. Massa juga dilaporkan membakar satu unit sepeda motor milik aparat TNI yang berada di area masjid.

Baca Juga: Adu Tafsir Alat Bukti Ijazah Jokowi Berujung Ricuh, Roy Suryo dan Halim Darmawan Nyaris Baku Hantam di TV

Sejumlah selongsong peluru ditemukan berserakan di jalan sekitar lokasi setelah aparat melepaskan tembakan peringatan. Sementara itu, seorang peserta aksi dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka pada bagian kepala.

Kericuhan tersebut bermula dari persoalan pemasangan bendera bintang bulan. Bendera tersebut menjadi simbol yang digunakan dalam konteks sejarah Gerakan Aceh Merdeka dan memiliki sensitivitas tersendiri dalam dinamika politik serta keamanan Aceh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Ungkap Potensi Hujan di Indonesia pada 16 Agustus 2026, Wilayah Ini Wajib Waspada
• 5 jam laludisway.id
thumb
PSG Resmi Datangkan Ferran Torres dari Barcelona, Transfer Besar yang Mengubah Peta Serangan Eropa
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Anggota Komisi III Dukung Prabowo Minta Usut Tambang Ilegal: Tindak Bekingnya
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
17 CCTV Dipasang di 7 Desa, Cucun Dorong Kabupaten Bandung Jadi Wilayah Zero Kriminalitas
• 13 jam laludisway.id
thumb
Jusuf Kalla Dukung GIHES 2026, Gontor Siapkan Peta Jalan Pendidikan 100 Tahun ke Depan
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.