RAPBN 2027 Pasang Target 6 Persen, Ekonom Sebut Terlalu Optimistis

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang dipasang pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dinilai terlalu optimistis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan berbagai tekanan yang masih membayangi Indonesia.

Dalam rancangan yang bertemakan “Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Sejahtera Lebih Cepat” tersebut, angka-angka yang disampaikan oleh Presiden terdengar sangat optimis dengan Pertumbuhan Ekonomi 2027 ditargetkan mencapai 6 persen.

Kendati begitu, para pengamat juga menilai bahwa terdapat pula poin-poin dalam RAPBN 2027 tersebut, yang seharusnya dapat disampaikan seharusnya bisa dirasionalkan sesuai dengan berbagai kondisi global dan nasional.

BACA JUGA:Anggaran Pendidikan RAPBN 2027 Capai Rp820,9 Triliun, MBG Dapat Jatah Rp240 Triliun

Dalam hal ini, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menuturkan bahwa target pertumbuhan ekonomi 6 persen dinilai terlalu optimistis di tengah kondisi ekonomi global dan nasional seperti saat ini.

"Kondisi ekonomi global mengalami guncangan yang cukup signifikan yang dipengaruhi oleh kondisi geopolitik yang terus memanas dan menyebabkan ketidakpastian global akan meningkat," ujar Nailul kepada Disway, pada Sabtu 15 Agustus 2026. 

Melanjutkan, Nailul juga menambahkan bahwa dengan adanya pergerakan kenaikan suku bunga acuan bank sentral seperti US dan Jepang, hal tersebut sendiri sudah memulai rezim suku bunga positif. 

BACA JUGA:Jadwal dan Agenda Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo 14 Agustus 2026, Bahas Kinerja Lembaga Negara dan RAPBN

Selain itu, gejolak perang di Timur Tengah bisa menyebabkan perdagangan global akan terkoreksi.

"Ancaman dari kenaikan harga minyak global juga meningkatkan dari sisi harga ICP yang mengetatkan APBN, serta distribusi barang secara global. Kondisi ini bisa menekan dari sisi konsumsi rumah tangga yang selama ini menyumbang lebih dari 50 persen dari pembentukan PDB nasional," pungkas Nailul.

Di sisi lain, Nailul juga menilai bahwa inflasi yang ditargetkan 2,5 persen plus minus 1 persen juga sangat tidak realistis dan tidak mempertimbangkan faktor kenaikan harga pangan ke depan.

BACA JUGA:Prabowo Sampaikan Pidato KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR, Gerindra Sebut Tradisi Baru Pemerintahan

Pasalnya, faktor El-Nino Godzilla hingga adanya imported inflation tidak dianggap oleh pemerintah.

Inflasi pada tahun 2027 diprediksi bisa mencapai 5,74 persen dengan berbagai kondisi, seperti adanya El-Nino Godzilla di akhir tahun 2026 hingga tahun 2027.

"Hal tersebut bisa menyebabkan harga pangan secara nasional, termasuk harga beras dan komoditas penting lainnya," ucap Nailul.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tuduh Qatar Sandera 3 Pilot Jet Tempurnya, Desak Segera Dibebaskan
• 1 jam laludetik.com
thumb
Transformasi BUMN Dongkrak Laba dan Dividen, Prabowo Apresiasi Kinerja Danantara
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Unggahan Terakhir Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 Sebelum Meninggal, Beri Pesan Kemanusiaan
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Sambut HUT RI, Lanal Banten bentangkan Merah Putih di laut
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Pengamat Hukum Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.