Selama kurang lebih 60 menit, Littlefingers membawakan 10 lagu yang memperlihatkan karakter musik instrumental mereka. Penampilan dibuka dengan "Under The Wire" dan "Minstrel" dari EP SeLF Vol.1 (2022).
Peraih AMI Awards 2025 untuk kategori Artis Jazz Kontemporer/Alternatif Terbaik itu kemudian membawa penonton masuk ke dalam atmosfer musik mereka. Para penonton yang memenuhi area Amphitheatre tampak menikmati setiap nomor yang dimainkan Chika dan kawan-kawan.
Littlefingers menutup penampilan dengan sejumlah lagu andalan, di antaranya "Four Flights to Fibs", "GYMNASIUM", dan "Haselig".
Usai tampil, Medcom.id berkesempatan berbincang dengan para personel Littlefingers di belakang panggung. Mereka membagikan cerita mengenai perjalanan bermusik, pengalaman tampil di berbagai panggung internasional, hingga dampaknya terhadap perkembangan pendengar mereka di luar Indonesia.
Baca Juga :
Gaia Music Festival Ungkap Tantangan Bikin Konser "In This Economy"David Halim mengatakan keikutsertaan Littlefingers di AXEAN Festival 2022 membuka sejumlah kesempatan baru. Dari festival tersebut, mereka kemudian mendapat kesempatan tampil di berbagai negara, mulai dari Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, hingga Taiwan.
"Waktu itu kita Singapore, tahun ini (2026) kita main lagi (di AXEAN). Jadi dari AXEAN, jadi itu kayak chain of event aja sih. Jadi kayak waktu itu kita main AXEAN Singapore, sekalian kita main KL (Kuala Lumpur). Terus dari situ kita dapat Monsoon, Monsoon Festival di Hanoi," tutur David kepada Medcom.id.
"Dari situ kita dapat apa lagi ya waktu itu ya? Dari situ tuh Korea kalau nggak salah. Kita dapat main Korea. Dari Korea jadi dapat Taiwan gitu. Jadi kayak rantai terus gitu," lanjutnya.
Rangkaian kesempatan tersebut akhirnya membuat Littlefingers semakin sering membawa musik mereka ke luar negeri. Pengalaman itu pun turut membuka akses terhadap pendengar baru yang sebelumnya belum mengenal karya mereka. Tampil di Luar Negeri Buka Akses Pendengar Internasional David mengakui bahwa penampilan di berbagai negara memberikan dampak cukup besar terhadap perkembangan Littlefingers, termasuk dari sisi jumlah pendengar digital.
Littlefingers di Gaia Music Festival (Foto: Medcom/Basuki)
"Impact banget, banget, banget. Kayak pas awalnya kan kita tuh waktu mulai goals-nya adalah ingin memperkenalkan musik jazz yang mungkin masih asing gitu di orang-orang Indonesia ya. Dan mungkin musik instrumental secara general lah gitu," ujar David.
Baca Juga :
Nyaris Batal ke Kanada, Keubitbit Ungkap Perjuangan Bawa Musik Indonesia ke Panggung Dunia"Jadi memang secara promosi juga kita berusaha untuk targetin yang orang Indonesia dulu gitu. Karena kan waktu dulu ya kita nggak muluk-muluk lah ya, kita pengennya main di festival gede Indonesia gitu. Eh ternyata seiring berjalannya waktu kok malah di luar gitu dapetnya gitu. Ya maksudnya puji Tuhan dapet kesempatannya begitu," ungkapnya antusias.
Menurut David, perubahan tersebut juga terlihat dari komposisi pendengar Littlefingers di platform digital. Jika sebelumnya mayoritas pendengar mereka berasal dari Indonesia, kini jumlah pendengar domestik dan internasional mulai berimbang.
"Nah tapi dari segi numbers digital juga kita shifting banget terutama setelah dari album pertama ke EP pertama. Nah itu pelan-pelan bergeser tuh. Tadinya kan kita Indonesia sama luar negeri itu jomplang banget tuh numbers-nya. Pas sesudah EP yang pertama dan kedua itu jadi 50-50 sekarang," terangnya.
Sementara itu, Chika mengatakan tujuan awal Littlefingers sebenarnya cukup sederhana, yakni membawa musik yang selama ini mereka kembangkan secara mandiri agar dapat didengar lebih banyak orang.
"Sesimpel pengen manggung aja sih, maksudnya kayak kita selama ini bikin di kosan waktu itu, kayak kita workshop tiap minggu ya seminggu sekali kita ketemu cuma kayak ya udah itu kayak di kamar doang gitu," tutur Chika.
"Kayak kita pengen bawa keluar gitu pengen kasih pendengar pengen denger kayak apresiasi orang tuh kayak orang suka nggak sih gitu dengan musik seperti ini gitu. Ternyata kayak ya responnya bagus banget gitu makanya kayak pengen terus aja gitu kayak diperkenalkan gitu," lanjutnya.
David menambahkan bahwa perjalanan Littlefingers ke berbagai panggung internasional juga menjadi pengalaman berharga, meski mereka masih terus berproses sebagai musisi.
"Iya benar. Dari awalnya kan kita bikin karena emang suka sama musiknya kan. Dan kita juga nggak nyangka bisa maksudnya tiba-tiba mainnya di luar gitu," ujar David.
"Dan meskipun mungkin kita belum menghasilkan gitu tapi kita lumayan senang sih jalaninnya dan itu kayak jadi bagian dari proses semuanya sampai segini," ungkapnya. Littlefingers Berharap Skena Musik Indonesia Semakin Terbuka Pengalaman Littlefingers menembus panggung internasional juga membuat mereka memiliki harapan terhadap perkembangan skena musik Indonesia. Chika berharap semakin banyak musisi baru yang muncul dengan karakter masing-masing dan mendapat ruang untuk berkembang.
"Kalau musik sih yang musik Indonesia udah pasti pengen yang ya semoga ada terus yang baru-baru terus yang lama-lama juga bisa terus berkarya gitu jadi kayak kolamnya makin ramai gitu," harap Chika.
David melihat perkembangan audiens Indonesia terhadap musik instrumental juga mulai menunjukkan perubahan positif. Menurutnya, semakin terbukanya pendengar terhadap musik instrumental menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekosistem musik Tanah Air.
"Harapannya sih sebenernya kalau dari gue kayak maksudnya secara audiens Indonesia kan udah tumbuh banget ya sekarang maksudnya udah terima kasih atas pembuka jalannya Ali Radio. Jadi musik instrumental semakin lebih banyak didengar lah ya gitu," ungkap David.
"Tapi harapannya selain musik instrumental lebih mudah dikenal tapi juga Indonesia semakin punya infrastrukturnya untuk musisi bisa tur," lanjutnya.
Sementara itu, Tjdika berharap perkembangan tersebut turut diikuti dengan hadirnya ruang yang lebih luas bagi musisi untuk memperkenalkan warna musik mereka kepada publik.
"Untuk Indonesia semoga makin banyak musisi yang muncul dengan warna yang unik terus pendengar-pendengarnya juga semakin terbuka untuk maksudnya apresiasinya bagus untuk kita juga saling support dan ada wadah yang bisa mendukung mereka semua juga sih jadi saling semuanya," tutup sang bassis, Tjdika.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)





