Van Bronckhorst mengaku tidak menduga penunjukan tersebut mengingat nama Xavi hampir tidak pernah tersiar di media. Meski begitu, kegembiraan tak bisa disembunyikan saat melihat mantan rekan setimnya di Barcelona melangkah ke panggung tertinggi sepak bola Belanda. Komunikasi Nyaman Hubungan personal yang erat langsung terlihat dari momen unik sesaat setelah penunjukan resmi. Van Bronckhorst mengirimkan pesan selamat dalam bahasa Spanyol dan mendapatkan balasan dalam bahasa yang sama, sebuah sinyal kecil bahwa komunikasi mereka berjalan sangat baik.
"Dia sangat senang dan bangga bisa menjadi pelatih Belanda. Jadi saya mengirimnya pesan dalam bahasa Spanyol dan saya mendapat balasan dalam bahasa Spanyol juga, jadi ia memahami itu," kata van Bronckhorst.
"Saya terkejut. Biasanya, kita melihat nama potensial di surat kabar, tapi tidak ada yang bisa menebaknya meski saya senang melihat mantan rekan saya melatih Oranje," bebernya. Naluri Taktis Baca juga: Setelah Absen Panjang, Mees Hilgers Akhirnya Kembali Latihan Bersama FC Twente Van Bronckhorst juga merasa posisi Xavi ketika masih aktif bermain, sebagai gelandang, membuatnya cocok untuk menjadi pelatih. Sebagai pengatur serangan, ia terbiasa melihat posisi rekan-rekannya di lapangan dan hal itu membantunya saat melatih.
"Kalian bisa melihatnya bahwa pemain di posisinya selalu memikirkan tentang tim. Xavi memiliki itu, Phillip Cocu juga pemain yang seperti itu, selalu fokus dengan keseimbangan dan posisi pemain," paparnya. Dukungan Penuh Demi Hasil Maksimal Kebanggaan terhadap reputasi sepak bola Belanda harus selaras dengan kepercayaan publik. Van Bronckhorst menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memberikan ruang dan keyakinan penuh agar sang nakhoda baru dapat bekerja maksimal.
Pada akhirnya, seperti halnya standar pelatih di tingkat internasional, pembuktian sejati akan dinilai dari hasil akhir di lapangan. Rasa bangga publik Belanda kini berpadu dengan harapan tinggi untuk melihat Oranje kembali berjaya.
"Ada beberapa pelatih yang bekerja dengan penerjemah. Tapi saya pikir bahasa Inggrisnya cukup baik, jadi ia bisa berhubungan baik dengan skuad dan saya harap dia bisa mengartikulasikan dirinya dengan baik," urainya.
"Saya pikir kita sangat bangga dengan sepak bola Belanda. Tapi pada akhirnya saya pikir kita juga harus mendukung Xavi dengan keyakinan bahwa ia bisa mengerjakan tugasnya dan kemudian, seperti dengan pelatih lain, ia harus memberi hasil," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





