Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, prihatin terkait terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia pun menginstruksikan kadernya untuk terjun langsung ke lokasi guna membantu masyarakat yang menjadi korban.
Instruksi itu disampaikan Megawati melalui Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto mengaku mendapat arahan itu ketika baru saja mendarat di Bandara Silangit, Sumatera Utara, Sabtu (15/8).
Di Sumut, Hasto bersama Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat memimpin secara langsung prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir. Dalam acara peletakan batu itu, Hasto berpesan agar kantor partai tak dibangun elitis.
"Begitu mendarat di Bumi Silangit, saya menerima telepon dari Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Profesor Dr Megawati Soekarnoputri. Beliau menyampaikan rasa prihatin yang sangat mendalam dan berdoa bagi seluruh warga Flores yang terkena musibah gempa. Atas instruksi langsung Ibu Ketua Umum, seluruh jajaran PDI Perjuangan segera melakukan langkah-langkah gotong royong turun ke lapangan," ujar Hasto.
Menindaklanjuti perintah tersebut, Hasto menjelaskan, PDIP langsung menggerakkan armada tanggap bencana yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Tri Rismaharini, didampingi Ribka Tjiptaning untuk mengoordinasikan tim relawan kesehatan.
"Hari ini Ibu Tri Rismaharini memimpin langsung operasi BAGUNA di lapangan, didampingi Ibu Ribka Tjiptaning yang mengerahkan seluruh relawan kesehatan. Seluruh jajaran DPD dan DPC PDI Perjuangan se-Nusa Tenggara Timur diinstruksikan segera mengambil langkah darurat mitigasi bencana, mendirikan dapur umum, serta memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang menjadi korban," tegas Hasto.
Hasto menegaskan perhatian Megawati juga ditujukan bagi Ibu-ibu dan balita.
“Ibu-ibu dan anak-anak balita memerlukan perhatian khusus. Dari asupan makanan balita, obat-obatan, hingga kebutuhan khusus perempuan. Tidak hanya itu, Ibu Mega sampai menyiapkan daftar khusus kebutuhan tanggap darurat yang langsung diberikan kepada Bu Risma," ujar Hasto.
Di hadapan ratusan tokoh masyarakat dan agama di Samosir, Hasto mengajak semua peserta silaturahmi untuk mengheningkan cipta mendoakan korban gempa NTT.
Sementara, Djarot Saiful Hidayat mengungkap momen ketika Hasto ditelepon Megawati.
"Pak Sekjen begitu mendarat langsung menerima arahan dari Ibu Ketua Umum terkait gempa di NTT. Beliau bahkan tidak jadi menikmati kopi, tapi langsung menelepon pengurus DPP dan daerah untuk mengecek laporan serta menggalang bantuan," ujar Djarot.
"Inilah tradisi politik kemanusiaan yang konsisten diajarkan oleh PDI Perjuangan. Politik itu bukan sekadar berebut kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan dengan merekayasa aturan, melainkan bagaimana kita hadir secara cepat membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dan mengurus kemanusiaan," tambah dia.
Djarot juga mengulas kembali sejarah pemikiran Bung Karno yang selalu mengambil inspirasi dari rakyat kecil, seperti Mbok Sarinah dan Pak Marhaen, sebagai fondasi lahirnya ajaran Pancasila dan ideologi pembebasan rakyat terpinggirkan.
"Kita ini satu bangsa. Tidak boleh ada egoisme agama atau etnis. Kita harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain (all for all, one for all). Melalui Silaturahmi Kebangsaan yang kita mulai dari Samosir ini, mari kita perkuat persaudaraan, merawat toleransi, dan terus bergotong royong membela rakyat kecil," ucap Djarot.
Djarot menambahkan, keberadaan BAGUNA sebagai badan khusus penanggulangan bencana menjadikan PDIP selalu siap sedia diterjunkan dalam setiap kondisi darurat di seluruh pelosok Tanah Air.
Diketahui, berdasarkan data per Sabtu malam, ada 47 korban tewas akibat gempa itu. Sementara, ratusan bangunan mengalami kerusakan.





