SERASAN, KOMPAS.COM - Dermaga Serasan di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau ini tiba-tiba ramai ketika ada kapal datang bersandar. Pasar dadakan digelar.
Berbeda dengan pasar harian di daratan, warga kampung kawasan terdepan Indonesia ini menjalankan sistem pasar dadakan yang aktivitas perdagangannya bergantung pada jadwal sandar kapal.
Pasar ini tidak beroperasi setiap hari, mengingat jadwal kapal yang bersandar di wilayah tersebut tidak menentu.
Pedagang bernama Suci Ratna Dewi (20) membuktikan bahwa peluang ekonomi lahir dari kepandaian warga sekitar membaca jadwal kedatangan kapal.
"Tiap ada kapal masuk aja jualan di sini. Biasanya seminggu ada dua kali atau tiga kali kapal masuk ke sini," ujar Suci kepada Kompas.com di Dermaga Serasan ini, Sabtu (15/8/2026).
Para pedagang di dermaga ini memantau jadwal kedatangan kapal dengan saksama untuk menentukan jam mulai berjualan, mulai dari pagi, siang, hingga malam hari.
"Tahu jamnya dari jadwal kapal. Sehari bisa tiga, empat, sampai lima kapal. Kalau kapal masuk malam, ya kita jualan malam juga," tambah Suci.
Baca juga: 15 Jam Perjalanan Laut Menyambangi PLBN Serasan, Gerbang Negara di Natuna
Barang dagangan yang ditawarkan Suci merupakan kebutuhan dasar bagi para penumpang kapal, seperti es buah, air mineral, nasi bungkusan, hingga aneka kue. Harganya pun terjangkau mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 20.000.
Tiga tahun menekuni usaha tersebut ,omzet yang diraih sangat fantastis. Dalam satu sesi kedatangan kapal yang ramai, Suci mengaku bisa mengantongi pendapatan hingga jutaan rupiah.
"Keuntungannya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta bisa. Kalau lagi ramai bisa Rp 3 juta per kapal," ungkap Suci
Baca juga: PLBN Serasan, Gerbang Indonesia di Laut Natuna
Jika dalam satu hari terdapat tiga kapal yang bersandar dengan kondisi ramai, potensi perputaran uang yang didapat pedagang lokal bisa mencapai angka yang sangat signifikan bagi ekonomi rumah tangga.
Aktivitas ekonomi ini menjadi tumpuan hampir seluruh warga kampung. Menariknya, pihak pengelola tidak memungut biaya sewa lapak bagi warga yang ingin berjualan.
"Semuanya orang kampung di sini jualan di sini. Enggak dikenakan biaya, gratis," pungkas Suci.
Simak terus laporan Kompas.com di kawasan terdepan Indonesia dalam program Merah Putih di Perbatasan di momen bulan kemerdekaan ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




