Aba, China (ANTARA) - Dalam beberapa tahun terakhir, Prefektur Otonom Etnis Tibet dan Qiang Aba memanfaatkan kekayaan sumber daya dataran tingginya untuk mendorong pengembangan sektor pertanian dan pariwisata.
Hal itu berhasil memberikan dorongan baru bagi revitalisasi pedesaan di wilayah tersebut.
Simak perkembangannya melalui deretan foto berikut.
Foto udara yang memperlihatkan deretan penginapan sabana di Hongyuan County, Prefektur Otonom Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan, China barat daya, Kamis (13/8/2026). ANTARA/XINHUA/Wang Xi Sejumlah wisatawan menikmati waktu di padang rumput di Hongyuan County, Prefektur Otonom Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan, China barat daya, Kamis (13/8/2026). ANTARA/XINHUA/Wang Xi Wisatawan tengah memiliki produk kerajinan di Wenchuan County, Prefektur Otonom Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan, China barat daya, Senin (10/8/2026). ANTARA/XINHUA/Wang Xi Buah stroberi yang dibudidayakan dalam sebuah pusat agrikultur di Ma'erkang, Prefektur Otonom Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan, China barat daya, Rabu (12/8/2026). ANTARA/XINHUA/Wang Xi
Hal itu berhasil memberikan dorongan baru bagi revitalisasi pedesaan di wilayah tersebut.
Simak perkembangannya melalui deretan foto berikut.
Foto udara yang memperlihatkan deretan penginapan sabana di Hongyuan County, Prefektur Otonom Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan, China barat daya, Kamis (13/8/2026). ANTARA/XINHUA/Wang Xi Sejumlah wisatawan menikmati waktu di padang rumput di Hongyuan County, Prefektur Otonom Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan, China barat daya, Kamis (13/8/2026). ANTARA/XINHUA/Wang Xi Wisatawan tengah memiliki produk kerajinan di Wenchuan County, Prefektur Otonom Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan, China barat daya, Senin (10/8/2026). ANTARA/XINHUA/Wang Xi Buah stroberi yang dibudidayakan dalam sebuah pusat agrikultur di Ma'erkang, Prefektur Otonom Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan, China barat daya, Rabu (12/8/2026). ANTARA/XINHUA/Wang Xi





