tvOnenews.com - Kajian Safari Dakwah Ustaz Abu Qotadah Al Atsary di Masjid Sundari Mutmainah, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendadak terhenti setelah gempa bumi kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi ketika kajian bertema "Jagalah Allah Maka Allah Akan Menjagamu" tengah berlangsung.
Guncangan yang awalnya terasa kecil dan berlangsung cukup lama membuat suasana kajian berubah menjadi tegang.
Berdasarkan rekaman video yang diunggah di media sosial UAQ Official, kajian awalnya berlangsung seperti biasa.
Ustaz Abu Qotadah tampak menyampaikan materi di hadapan para jemaah yang duduk mengikuti kajian di dalam masjid.
- Instagram/uaq_official
Beberapa saat kemudian, guncangan mulai terasa. Kajian pun terhenti sejenak karena gempa tersebut dirasakan cukup lama.
Dalam rekaman, ustaz dan para jemaah sempat masih berada di posisi masing-masing ketika guncangan pertama terjadi.
Namun, setelah sempat mereda, guncangan kembali terasa dengan kekuatan yang lebih besar.
Situasi tersebut membuat jemaah mulai panik dan berupaya keluar dari masjid untuk menyelamatkan diri.
Gempa M7,7 Terjadi Pukul 05.48 WITA
Gempa bumi tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.48 WITA.
Berdasarkan pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki magnitudo 7,7. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kedalaman 15 kilometer.
Guncangan gempa juga dirasakan hingga wilayah Bima, NTB, dengan intensitas mencapai V MMI.
Kondisi tersebut membuat warga, termasuk jemaah yang sedang mengikuti kajian, segera meningkatkan kewaspadaan dan berusaha mencari tempat yang lebih aman.
Doa untuk Warga Terdampak Gempa
Dalam unggahan video UAQ Official, turut disampaikan doa untuk masyarakat yang terdampak gempa.
"Semoga Allah SWT menjaga saudara-saudara kita kaum Muslimin yang terdampak gempa, memberikan keselamatan kepada mereka, menguatkan hati mereka, serta memberikan kesabaran dan pahala atas musibah yang mereka hadapi," tulis UAQ Official dalam keterangannya.
Doa tersebut juga disertai kalimat:
اللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَاجْبُرْ مُصَابَهُمْ




