GAIA Music Festival (GMF) 2026 memasuki hari kedua dengan menghadirkan perjalanan musikal yang lebih beragam. Berlangsung di Amphitheatre The Gaia Hotel Bandung, Sabtu (15/8), rangkaian pertunjukan diisi oleh Karimata feat. Tiara Effendy, Adikara, GIGI Jazz Project, Love Is, serta Bass G Feat Song Brothers di Endless Stage.
Jika hari pertama menghadirkan perpaduan pop, soul, R&B, hingga musik yang lebih dinamis, hari kedua GMF 2026 terasa semakin eksploratif. Sejumlah penampil membawa pendekatan musik masing-masing, termasuk kolaborasi lintas generasi yang mempertemukan musisi dengan karakter berbeda.
Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan Karimata feat. Tiara Effendy. Kolaborasi tersebut mempertemukan Karimata, salah satu nama penting dalam perjalanan jazz dan fusion Indonesia, dengan karakter vokal Tiara Effendy.
Bagi Chandra Darusman dari Karimata, tampil di GMF 2026 menjadi pengalaman tersendiri. Terlebih, ini merupakan kali pertama mereka tampil di festival tersebut.
"Kami sangat menikmati suasana Gaia Music Festival 2026, terlebih lagi sambutan penonton yang begitu hangat. Bagi saya, ini adalah pengalaman pertama tampil di sini," ujar Chandra Darusman.
Ia berharap penampilan Karimata dapat memberikan pengalaman menyenangkan bagi penonton dan membuka kesempatan bagi mereka untuk kembali tampil di Gaia Music Festival.
"Semoga kami bisa kembali hadir dan berbagi musik di Gaia Music Festival pada kesempatan berikutnya," lanjutnya.
Pertemuan Karimata dan Tiara Effendy sekaligus memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi ruang bertemunya pengalaman yang berbeda. Warna jazz dan fusion yang menjadi identitas Karimata berpadu dengan karakter vokal Tiara dalam sebuah pertunjukan yang terasa personal.
Eksplorasi musikal kemudian berlanjut melalui penampilan GIGI Jazz Project. Membawa lagu-lagu GIGI ke dalam pendekatan jazz, proyek tersebut memberikan warna berbeda dari penampilan GIGI pada umumnya.
Armand Maulana mengungkapkan bahwa pemilihan lagu dilakukan dengan mempertimbangkan karya-karya GIGI yang dinilai menarik untuk diinterpretasikan dalam warna jazz.
"Setlist GIGI Jazz Project kami pilih bersama, dengan melihat lagu-lagu GIGI yang menarik untuk dibawakan dalam warna jazz," ujar Armand.
Meski mendapat sentuhan aransemen berbeda, Armand memastikan karakter GIGI tetap dipertahankan.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman bermusik yang berbeda, namun tetap membawa karakter GIGI, sehingga penampilan ini dapat dinikmati dan semoga dapat meninggalkan kesan bagi para penonton," tuturnya.
Selain Karimata dan GIGI Jazz Project, Adikara serta Love Is turut melengkapi penampilan di panggung utama. Perbedaan karakter para musisi tersebut membuat hari kedua GMF 2026 bergerak dari jazz dan fusion hingga pop dengan pendekatan yang beragam.
Musik dan Alam di Dua PanggungPengalaman menikmati musik di GMF 2026 juga tidak hanya berlangsung di panggung utama. Endless Stage kembali hadir di area Endless Stairs dengan konsep yang lebih santai dan interaktif.
Bass G Feat Song Brothers menjadi penampil yang mengisi panggung alternatif tersebut selama dua hari berturut-turut. Berbeda dengan atmosfer amphitheatre, Endless Stage memberikan kesempatan kepada penonton untuk menikmati musik dalam suasana yang lebih dekat dengan latar panorama alam The Gaia Hotel Bandung.
Keberadaan dua panggung dengan karakter berbeda membuat penonton memiliki pilihan pengalaman selama festival berlangsung. Panggung utama menghadirkan pertunjukan dalam skala yang lebih besar, sementara Endless Stage menawarkan suasana yang lebih laid-back.
Konsep tersebut juga memperkuat tema "Music for All" yang diusung Gaia Music Festival 2026. Musik tidak hanya ditempatkan sebagai pertunjukan di atas panggung, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara musisi dan penonton.
Memasuki akhir rangkaian hari kedua, GMF 2026 kembali memperlihatkan bagaimana musik dengan karakter berbeda dapat hadir dalam satu ruang yang sama. Perpaduan jazz, fusion, pop, kolaborasi lintas generasi, serta suasana alam menjadi bagian dari pengalaman festival tahun ini.





