Di Balik Lapak Batu Rawa Bening, Ada Paijan yang Menabung Rindu untuk Pulang

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Jemari Paijan (65) tampak keriput saat menggenggam sebongkah batu di lapaknya.

Dengan sikat di tangan, ia perlahan membersihkan permukaan batu yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama 12 tahun.

Batu-batu yang dipercaya sebagai bagian dari pengobatan tradisional itu dijajakannya di Pasar Batu Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur.

Batu-batu itu bukan sekadar barang dagangan bagi Paijan yang datang dari Pati, Jawa Tengah, untuk mencari penghasilan di Jakarta.

Baca juga: Jajal Tur Wisata di Jatinegara, Mampir ke Pasar Batu Akik

Setiap batu yang berpindah tangan menjadi bagian dari ikhtiarnya mengumpulkan uang untuk keluarga dan cucunya di kampung halaman.

“Ya untuk keluarga, makanin keluarga,” ujar Paijan kepada Kompas.com di lokasi pada Jumat (14/8/2026).

Merantau di Masa Tua dan Berjualan Batu

Di masa tuanya, Paijan memilih untuk mengais rezeki dengan merantau ke Ibu Kota dan berjualan batu.

Jauh sebelum tangannya akrab dengan batu, Paijan bercerita bahwa ia menjalani keseharian sebagai petani di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Ia menanam padi dan mengurus sawah hingga akhirnya mengikuti anaknya yang lebih dulu berjualan batu di Jakarta.

Baca juga: 4 Terapi Tradisional Redakan Mual

Ajakan sang anak itu kemudian mengubah jalan hidup Paijan, dari mengolah sawah menjadi menggosok dan menawarkan batu kepada pembeli.

“Anakku jualan di sini (di Jakarta) laku, ini ya sudah, tambah ini 12 tahun saya di sini,” kata Paijan.

Selama itu pula, ia menjalani hidup sebagai perantau yang pulang-pergi antara Jakarta dan Pati.

Paijan biasanya kembali ke kampung setelah memperoleh uang yang cukup atau ketika persediaan batu di lapaknya telah habis.

“Merantau paling ya tiga minggu, dua minggu pulang, kalau sudah dapat duit ya pulang,” ucapnya.

Baca juga: Perjuangan Orangtua Dampingi Anak Speech Delay: Dari Terapi hingga Pengobatan Tradisional

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Berjualan Peralatan Pengobatan Tradisional di Tengah Pengobatan Modern

Batu menjadi barang dagangan Paijan setelah sebelumnya anaknya lebih dulu menjalani usaha tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekap Hasil UFC 330: Islam Makhachev Susah Payah Hantam Ian Machado Garry, Mackenzie Dern Pertahankan Gelar Juara
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Intip Kesepakatan Baru Iran dan Oman soal Selat Hormuz
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: Aksi Seru Emak-emak di Menteng Menyambut HUT 81 RI
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Reuni Dua Mantan Bintang Red Sparks, Megawati Hangestri dan Jung Ho-young Habiskan Waktu Bersama di Pulau Jeju
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Pelindo Percepat Pemulihan Pelabuhan Maumere Pascagempa NTT
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.