Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) menyiapkan Program Kulaih Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas Sulaeha di Makassar, Minggu, mengatakan pihaknya setelah kabar bencana merebak langsung berkoordinasi dengan Pusat Studi Kebencanaan Unhas.
Ia menjelaskan KKN Tanggap Bencana merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas dan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.
“Program ini bertujuan menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana, memperkuat kapasitas, serta ketangguhan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Bantuan Presiden Prabowo untuk korban gempa NTT tiba di Maumere
"Program ini sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat,” lanjut Sulaeha.
Pada tahap awal, kata dia, Unhas menyiapkan tujuh mahasiswa untuk diberangkatkan ke wilayah terdampak.
Mahasiswa yang disiapkan memiliki latar belakang keterampilan tanggap bencana yang beragam, antara lain kesehatan, Search and Rescue (SAR), Korpala, penyelamatan darurat. Target tujuh mahasiswa ini ditetapkan mengingat waktu persiapan yang sangat singkat.
"Ternyata peminat cukup besar. Hingga Minggu (16/8) pagi pendaftar telah mencapai 47 orang. Ada mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman tanggap bencana, tapi ia berasal dari daerah bencana. Ini juga kami pertimbangkan," kata Suleha.
Baca juga: Cegah disinformasi, BNPB aktifkan Media Center penanganan gempa NTT
Keterlibatan mahasiswa dalam penanganan bencana tidak semata-mata menjadi bagian dari kegiatan akademik. Kehadiran mereka juga merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan dan komitmen Unhas untuk berkontribusi dalam proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Sebelum ke lokasi, kata dia, mahasiswa akan memperoleh pembekalan dari Pusat Studi Kebencanaan Unhas, meliputi pemahaman mengenai batas peran mahasiswa, prosedur keselamatan, pola koordinasi, serta kondisi yang berpotensi dihadapi selama berada di wilayah terdampak.
Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas Ilham Alimuddin menjelaskan selain mempersiapkan sumber daya mahasiswa yang akan ke lapangan, tidak kalah penting adalah membangun kolaborasi dengan ekosistem penanganan kebencanaan yang tersedia di lokasi.
Baca juga: Basarnas berhasil tembus akses longsor & perluas cari korban gempa NTT
Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas Sulaeha di Makassar, Minggu, mengatakan pihaknya setelah kabar bencana merebak langsung berkoordinasi dengan Pusat Studi Kebencanaan Unhas.
Ia menjelaskan KKN Tanggap Bencana merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas dan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.
“Program ini bertujuan menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana, memperkuat kapasitas, serta ketangguhan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Bantuan Presiden Prabowo untuk korban gempa NTT tiba di Maumere
"Program ini sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat,” lanjut Sulaeha.
Pada tahap awal, kata dia, Unhas menyiapkan tujuh mahasiswa untuk diberangkatkan ke wilayah terdampak.
Mahasiswa yang disiapkan memiliki latar belakang keterampilan tanggap bencana yang beragam, antara lain kesehatan, Search and Rescue (SAR), Korpala, penyelamatan darurat. Target tujuh mahasiswa ini ditetapkan mengingat waktu persiapan yang sangat singkat.
"Ternyata peminat cukup besar. Hingga Minggu (16/8) pagi pendaftar telah mencapai 47 orang. Ada mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman tanggap bencana, tapi ia berasal dari daerah bencana. Ini juga kami pertimbangkan," kata Suleha.
Baca juga: Cegah disinformasi, BNPB aktifkan Media Center penanganan gempa NTT
Keterlibatan mahasiswa dalam penanganan bencana tidak semata-mata menjadi bagian dari kegiatan akademik. Kehadiran mereka juga merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan dan komitmen Unhas untuk berkontribusi dalam proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Sebelum ke lokasi, kata dia, mahasiswa akan memperoleh pembekalan dari Pusat Studi Kebencanaan Unhas, meliputi pemahaman mengenai batas peran mahasiswa, prosedur keselamatan, pola koordinasi, serta kondisi yang berpotensi dihadapi selama berada di wilayah terdampak.
Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas Ilham Alimuddin menjelaskan selain mempersiapkan sumber daya mahasiswa yang akan ke lapangan, tidak kalah penting adalah membangun kolaborasi dengan ekosistem penanganan kebencanaan yang tersedia di lokasi.
Baca juga: Basarnas berhasil tembus akses longsor & perluas cari korban gempa NTT





