Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Sate Tanpa Pelajar dan Pegawai, Dedi Mulyadi Ungkap Sebabnya

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDUpacara HUT ke-81 RI di Gedung Sate tanpa pelajar dan pegawai. Dedi Mulyadi ungkap penyebabnya. Ada apa?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Gedung Sate, Kota Bandung, tidak akan diikuti oleh pelajar maupun pegawai.

Peserta upacara akan berasal dari jajaran TNI dan Polri. Keputusan tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana upacara yang lebih tertib sehingga seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian acara secara optimal.

"Peserta upacaranya tidak lagi melibatkan pelajar, tidak lagi melibatkan pegawai. Seluruh peserta upacaranya adalah anggota TNI-Polri," kata Dedi saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, dikutip dari Kompas.com.

Dedi menjelaskan, peserta dipilih dari orang-orang yang terbiasa mengikuti upacara serta memiliki ketahanan fisik yang baik.

"Agar upacara diikuti oleh orang yang biasa upacara. Memiliki ketahanan fisik yang kuat, kemudian memiliki kemampuan untuk tidak bicara selama upacara sehingga upacaranya bisa berjalan dengan tertib, masyarakat bisa duduk dengan santai untuk menikmati upacara bendera," ucapnya.

Meski peserta upacara dibatasi dari unsur TNI dan Polri, masyarakat tetap diperbolehkan hadir dan menyaksikan upacara secara langsung di halaman Gedung Sate.

"Kami melaksanakan upacara secara terbuka di halaman Gedung Sate, masyarakat silakan datang untuk menghadiri upacara," tegasnya.

Usai pelaksanaan upacara, masyarakat akan menyaksikan parade defile yang diikuti oleh personel dari sejumlah kesatuan.

Dedi Mulyadi, yang pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta, menyebut rangkaian acara tersebut juga akan diikuti oleh pasukan elite dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

"Ada defile dan kemudian ini peserta upacara kan nanti seluruh pasukan elit dari darat, laut, udara, dan kepolisian itu hadir," tutur Dedi.

 Baca Juga: Renovasi Gedung Sate Berubah, Dedi Mulyadi Sebut Cat Lama Tak Sesuai Standar

 

Dedi menilai kehadiran pasukan elite dan parade defile menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian masyarakat.

"Enggak seperti biasa. Nanti 10 pasukan elit hadir. Biasanya warga sangat senang melihat yang apa defile itu. Ya kita nikmatin ajalah," ujarnya.

Selanjutnya, Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat tahun ini akan berlangsung di lokasi yang berbeda. Jika sebelumnya selalu diselenggarakan di Lapangan Gasibu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini memilih halaman Gedung Sate, Kota Bandung, sebagai tempat pelaksanaan.

Pemindahan tersebut menjadi momen perdana setelah selama bertahun-tahun Lapangan Gasibu digunakan sebagai lokasi upacara HUT RI tingkat provinsi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut perubahan tempat ini akan memberikan nuansa baru dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Menurutnya, prosesi pengibaran bendera nantinya tidak lagi berlatar belakang deretan hotel, melainkan Gedung Sate yang dikenal sebagai salah satu ikon Jawa Barat.

"Ini pertama ya, bayangin aja Pemprov Jabar selama ini menggunakan tempat upacara di Gasibu. Kemudian kalau berkibar bendera, terekam dari kamera yang muncul tuh hotel," ujar Dedi di Gedung DPRD Jabar, dikutip dari TribunJabar.id.

Menurutnya, penggunaan halaman Gedung Sate juga membuat masyarakat dapat menyaksikan langsung pelaksanaan upacara dari kawasan tersebut.

"Mungkin peristiwa itu tidak akan terjadi lagi, kita melaksanakan upacara secara terbuka di halaman Gedung Sate, masyarakat silakan datang untuk menghadiri upacara," katanya.

Pemindahan lokasi upacara tersebut, dilakukan setelah halaman Gedung Sate ditata dan terhubung langsung dengan kawasan Lapangan Gasibu.

Konsep pelaksanaan upacara tahun ini tidak hanya berubah dari sisi lokasi, tetapi juga terkait peserta yang dilibatkan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan untuk tidak mengikutsertakan pelajar dan pegawai dalam upacara tersebut.

Dedi Mulyadi menjelaskan, seluruh peserta akan berasal dari jajaran TNI dan Polri. Format ini diterapkan dengan pertimbangan agar upacara dapat berlangsung lebih teratur serta diikuti oleh peserta yang memiliki kesiapan fisik untuk menjalani seluruh prosesi.

 Baca Juga: Ratusan Pabrik Akan Berdiri di Surya Cipta Karawang, Dedi Mulyadi Sebut Bakal Serap Ribuan Tenaga Kerja

 

"Agar upacara diikuti oleh orang yang biasa upacara. Memiliki ketahanan fisik yang kuat, kemudian memiliki kemampuan untuk tidak bicara selama upacara sehingga upacaranya bisa berjalan dengan tertib, masyarakat bisa duduk dengan santai untuk menikmati upacara bendera," katanya.

Selain pengibaran bendera, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di halaman Gedung Sate juga akan dimeriahkan dengan parade defile pasukan. Dedi menyampaikan, sekitar 10 pasukan elite dari berbagai matra, mulai dari unsur TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara hingga kepolisian, akan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

"Kalau penataan halaman Gedung Sate sudah selesai, kita lagi kejar gerbangnya hari ini ya, gapuranya. Ya mudah-mudahan bisa hari Sabtu malam selesai gapuranya. Ya kalau paling telat hari Minggu lah," ucapnya.

Penataan ulang membuat area depan Gedung Sate kini terlihat lebih lapang dan luas. Bagian halaman didominasi hamparan rumput hijau, dengan sebuah tiang bendera yang ditempatkan di tengah area tersebut.

Beberapa fasilitas yang sebelumnya menghiasi halaman, seperti tulisan “Gedung Sate”, air mancur, serta prasasti PUPR, kini sudah tidak tampak lagi.

Sementara itu, empat pohon palem yang berada di sisi kiri dan kanan bangunan tetap dipertahankan. Material lantai di area sekitarnya juga mengalami perubahan.

Jika sebelumnya menggunakan batu, kini permukaannya diganti dengan paving yang ditata lebih teratur. Penataan baru tersebut membuat bangunan utama Gedung Sate semakin terlihat dari bagian depan.

Tak hanya halaman, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut melakukan pembenahan pada Gedung Sate yang merupakan salah satu bangunan bersejarah.Dedi Mulyadi menjelaskan, proses pemeliharaan Gedung Sate saat ini disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku bagi bangunan cagar budaya, termasuk dalam pemilihan jenis dan warna cat yang digunakan.

"Bangunan bersejarah atau bangunan heritage itu sebenarnya ada standarisasinya yang dimiliki oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya. Jadi standarnya selama ini Gedung Sate itu tidak menggunakan standarisasi dalam pemeliharaannya," katanya.

Menurut Dedi, penggunaan cat yang tidak sesuai standar membuat hasil pemeliharaan bangunan cepat kembali kusam.

"Sehingga kalau dicat itu dipakai cat yang seperti dipakai di rumah kita masing-masing. Sebulan sudah copot lagi dan kelihatan kusam," ucapnya.

 Baca Juga: Cegah Penyalahgunaan Obat Terlarang, Dedi Mulyadi Wacanakan Tes Urine Siswa SMA/SMK di Jabar

 

Pemprov Jabar, kata dia, kini memilih menggunakan material yang disesuaikan dengan ketentuan pelestarian bangunan cagar budaya.

"Sekarang uang pemeliharaannya lebih kecil dibanding dulu, tapi kita langsung pada esensinya. Jadi menggunakan cat yang memiliki standar sesuai dengan ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya," ucapnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekomendasi Lagu Yura Yunita yang Cocok Didengarkan Saat Patah Hati, Wajib Masuk Playlist Kamu!
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Mendagri Pastikan Penanganan Pascagempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Pusat Kebudayaan Indonesia Resmi Dibuka di Sri Lanka, Ada Kelas Bahasa dan Seni
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mazaki Ahmad Tak Batasi Dea Annisa Bekerja Setelah Menikah, Ini Alasannya
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.