VIVA –Gempa bumi kembali mengguncang Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di situs resminya, gempa terjadi pada pukul 13.59 WIB berkekuatan magnitudo 4,1.
"Pusat gempa berada di laut 69km timur laut Ruteng-Manggarai. Magnitudo 4,1," demikian dikutip dari situs resmi BMKG, Minggu 16 Agustus 2026.
Gempa tersebut berada di koordinat 8,11LS-120,11 BT dengan kedalaman 20km. Sebelumnya pada pukul 13.51 gempa juga tercatat di Ruteng NTT dengan kekuatan magnitudo 5,7. Pusat gempa berada di koordinat 7,90 LS-120,64 BT.
Berdasarkan data sementara Badan SAR Nasional (Basarnas) pada Minggu pagi 16 Agustus 2026 pada pukul 09.00 tercatat korban meninggal dunia mencapai 51 orang. Kepala Basarnas mengatakan angka tersebut meningkat dari data sebelumnya yang masih mencatat 48 korban meninggal dunia.
Penambahan terbesar dalam pembaruan data terbaru berasal dari Kabupaten Manggarai Timur. Tim SAR mengevakuasi tiga warga dalam kondisi meninggal dunia.
Selain itu, jumlah korban meninggal dunia di wilayah Manggarai atau Reo juga bertambah satu orang. Sebelumnya, wilayah tersebut mencatat 23 korban meninggal dunia dan kini menjadi 24 orang.
Status KedaruratanMerespons eskalasi bencana, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputtusan untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Langkah serupa juga telah diambil secara resmi di tingkat kabupaten/kota terdampak.
Kabupaten Manggarai telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari (15 Agustus–13 November 2026) melalui Keputusan Bupati No.319 Tahun 2026, yang diikuti dengan pembentukan pos komando lewat Keputusan No.320 Tahun 2026.
Kabupaten Ngada memberlakukan masa Tanggap Darurat Bencana dan pembentukan Pos Komando selama 30 hari (15 Agustus–15 September 2026) melalui Keputusan Bupati No.441 dan No.442/KEP/HK/2026.
Selanjutnya, Kabupaten Manggarai Timur juga menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga 4 September 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor HK/141/Tahun 2026.
Sementara itu, hingga saat ini, tim gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih bersiaga menyisir lokasi untuk melakukan pendataan dan verifikasi lanjutan. Untuk mendukung layanan medis kedaruratan, sebuah Rumah Sakit Lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.





