12 Titik Jalan Tertimbun Longsor Akibat Gempa Flores

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Sejumlah infrastruktur jalan rusak dan tak dapat diakses karena tertimbun tanah longsor yang tersebar setidaknya pada 12 titik. Pemerintah berupaya membuka akses yang terputus akibat gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores dan sekitarnya di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).

“Yang paling utama adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan, bantuan, dan layanan yang dibutuhkan. Akses menuju wilayah terdampak juga harus segera dipastikan agar proses penanganan darurat tidak terhambat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono secara tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Baca JugaPulau Palue Terisolasi dan Belum Tersentuh Penanganan Gempa Flores

Agus memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna membuka akses yang terputus. Konektivitas dan layanan dasar masyarakat perlu dipulihkan secepat mungkin.

“Konektivitas adalah prioritas, karena tanpa akses, bantuan tidak akan sampai. Karena itu, jalan yang terdampak harus segera ditangani agar mobilitas petugas, bantuan logistik, dan masyarakat tetap dapat berlangsung,” kata Agus.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT saat ini menangani 12 titik longsor. Tiga titik di antaranya berada di ruas Ruteng-Kilometer (Km) 210, satu titik di KM 210-Batas Kabupaten Manggarai, serta delapan titik lainnya berada di ruas Aegela-Batas Kota Ende.

Sejumlah alat berat berupa loader dan excavator telah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran, serta menjaga akses jalan tetap berfungsi. Penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas karena masih berpotensi adanya gempa susulan.

Pemulihan layanan dasar, Agus melanjutkan, terutama ketersediaan air bagi masyarakat, turut menjadi prioritas. Infrastruktur sumber daya air di wilayah terdampak terus diperiksa.

Menurut pemeriksaan awal, Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay secara visual berada dalam kondisi baik. Namun, pemeriksaan teknis lebih detail masih terus dilakukan. Sementara itu, ada kerusakan ringan pada bendungan serta longsoran yang menutup saluran sekunder di bendungan dan jaringan daerah irigasi Wae Laku, Manggarai Timur.

Baca JugaWisatawan Sempat Terjebak, Hotel Rusak, Festival Dibatalkan

Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II juga telah menyiagakan berbagai peralatan pendukung, termasuk drilling rig dan truck crane. Alat-alat ini digunakan untuk mempercepat penanganan, seandainya dibutuhkan di lapangan.

Sistem Penyediaan Air Minum Wae Mese II di Labuan Bajo juga dioperasikan agar pelayanan air minum bagi masyarakat dapat segera pulih. Penanganan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur juga terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan sumber daya air bagi masyarakat.

Agus mengatakan, pemerintah terus memeriksa dan memverifikasi terhadap kerusakan jalan, jembatan, infrastruktur sumber daya air, sistem penyediaan air minum, rumah warga, serta fasilitas publik lainnya. Hasil pemeriksaan dan verifikasi di lapangan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan fase berikutnya.

“Penanganan tidak akan berhenti setelah fase tanggap darurat. Setelah kondisi darurat tertangani, pemerintah akan melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan hasil assessment kerusakan dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Agus.

Ia mengemukakan, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk menangani bencana secara cepat dan terpadu. Sejumlah pejabat pemerintah pusat telah ditugaskan langsung menuju Labuan Bajo dan Maumere untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal. Pemerintah juga telah mengirimkan puluhan ribu paket kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Baca JugaBahaya Gempa Susulan Setelah Gempa Flores M 7,7

Secara terpisah pada siaran pers Sabtu (15/8/2026), Kementerian PU menyebut hasil pemantauan awal dampak gempa bumi. Sejumlah longsoran tebing yang menutup badan jalan nasional ditemukan, di antaranya pada ruas Malwatar-Bts Kota Ruteng; Ruteng-Km 210; Ruteng-Reo-Kedindi; Km 210-Bts Kabupaten Manggarai; Gako-Aigela-Bts, Kota Ende, Danga-Maropokot; Kota Ende-Wolowaru; serta Wolowaru-Maumere.

Kepala BPJN NTT Janto mengemukakan, tim di lapangan sementara ini memprioritaskan pembersihan material longsoran pada badan jalan. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan seluruh ruas jalan nasional belum dapat dilakukan lantaran petugas masih mempertimbangkan faktor keselamatan di tengah kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Merujuk data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, sedikitnya 47 korban meninggal dunia dan lebih dari 5.000 jiwa mengungsi.

Baca JugaLima Bandara Rusak, Maskapai Tangguhkan Sejumlah Penerbangan

Konsentrasi pengungsi terbesar di NTT berada di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Kabupten Manggarai menyusul dengan jumlah pengungsi mencapai 2.078 jiwa. Ratusan pengungsi lainnya dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, serta dua wilayah di provinsi berbeda, yakni Bima (Nusa Tenggara Barat) hingga Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan).

Menurut data BMKG, gempa bermagnitudo 7,7 itu terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur timur dengan kedalaman 15 kilometer. Pusat gempa berada di laut dengan jarak sekitar 30 kilometer arah timur laut Kabupaten Nagekeo. Nagekeo merupakan salah satu kabupaten di Pulau Flores (Kompas.id, 15/8/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPD RI Serukan Gotong Royong Bantu Korban Gempa NTT
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kembali ke Dunia Hiburan, Kim Soo Hyun Banjir Tawaran Pekerjaan
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Prabowo Siapkan "Dokter Terbang" untuk Daerah Terpencil, Istana Jelaskan Skemanya
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Focus Motor Buka Cabang Bintaro, Garansi Mobil Bekas hingga 5 Tahun
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Pertamina Beri Diskon BBM Rp450 per Liter, Cek Syarat dan Jadwalnya
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.