Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di dalam penyampaian keterangan pemerintah atas RUU Tentang APBN TA 2027 beserta Nota Keuangan di DPR RI. SBY mengatakan arah kebijakan ekonomi RI ke depannya semakin baik dan jelas.
SBY mulanya menyampaikan permintaan maaf lantaran tak bisa merayakan Hari Kemerdekaan di RI lantaran mesti medical check up di Amerika Serikat. Ia juga menyampaikan alasan tak bisa menghadiri pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR/DPD RI pada Jumat (14/8).
SBY mengatakan baru akan kembali ke Indonesia pada akhir Agustus. Ia menyinggung soal operasi pengangkatan prostat pada 2021 yang setiap tahunnya mesti dilakukan pemeriksaan.
"Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di Tanah Air, tidak juga bisa menghadiri pidato kenegaraan Presiden Prabowo, sekaligus juga dalam memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka. Sebagaimana yang saya lakukan tahun-tahun kemarin. Karena saat ini, bulan Agustus ini saya berada di Rochester, Amerika Serikat untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan atau medical check up," kata SBY dalam keterangan video resminya, Minggu (16/8/2026).
SBY mengatakan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah membawa harapan ke seluruh bangsa. Ia berharap ekonomi RI akan tumbuh, pendidikan yang ditempuh oleh masyarakat juga semakin berkualitas.
"Saya juga mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo, teman-teman di tanah air menyampaikan kepada saya substansi dari pidato beliau. Saya menilai bahwa berbicara tahun 2027 dan sekaligus menandai berlakunya APBN untuk tahun 2027, saya melihat bahwa arah, blueprint, dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah di tahun depan menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberikan harapan baru bagi kita semuanya," ujar SBY.
"Saya tahu bahwa tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita masih cukup kuat, baik faktor domestik maupun faktor internasional, tetapi apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat, karena isu-isu itu memang menjadi harapan rakyat Indonesia, memastikan bahwa ekonomi tetap tumbuh, kemudian pengangguran dan kemiskinan berkurang, pelayanan kesehatan dan pendidikan makin meningkat, infrastruktur dan sebagainya. Menurut saya, itu agenda yang sangat penting," tambahnya.
SBY menyinggung Prabowo yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2027 mencapai 6%. Menurutnya target tersebut ambisius, tetapi tak mustahil untuk dicapai.
"Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6% itu cukup tinggi, ambisius, meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai. Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6% memang Alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per kapita meningkat secara tajam," kata dia.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut mengatakan jika pertumbuhan ekonomi 6% bisa dicapai, maka kesejahteraan akan didapat oleh rakyat. Ia pun mengingatkan pejabat yang bertugas di pemerintahan untuk konsisten dan jaga terus kondisi fiskal RI.
"Oleh karena itu, 6% andai kata bisa diraih kembali oleh pemerintah Indonesia akan baik dampaknya bagi rakyat kita. Nah, dari semuanya itu dengan harapan baru ini saya hanya ingin berpesan teman-teman yang mengemban tugas di pemerintahan agar tetap konsisten, jaga betul kesehatan fiskal kita, kemudian implementasinya yang bagus, jangan ada penyimpangan di sana-sini, setiap saat dilakukan evaluasi kebijakan. Karena begitulah manajemen pemerintahan," ungkap dia.
Ia menyebut target yang diusung oleh Prabowo memberi harapan besar. SBY berharap semua cita-cita tersebut akan terealisasi di 2027.
"Dan itulah yang ingin saya sampaikan. Great hope, tetapi tantangannya juga tidak ringan. Yang penting do your best pemimpin dan pemerintahan kita agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik," imbuhnya.
(dwr/knv)





