MAUMERE, KOMPAS - Bantuan bagi ribuan warga Pulau Palue di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang terisolasi gempa magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, mulai mengalir pada Minggu (16/8/2026) petang. Bantuan diperkirakan akan tiba pada Minggu malam.
Bantuan sebanyak 230 pak itu dikirim menggunakan Kapal Kepolisian Air dan Udara Polres Sikka dari Pelabuhan Wuring, Maumere. Perjalanan ke sana menghabiskan waktu sekitar 3 jam, dengan catatan kondisi cuaca dalam keadaan normal.
"Kondisi cuaca kali ini sulit diprediksi. Kami harus segera mencapai Palue menyalurkan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto," kata Wakil Kepala Polres Sikka Komisaris Marselus Yugo Amboro, Minggu.
Menurut Yugo, masyarakat Pulau Palue kini terisolasi. Jaringan listrik lumpuh dan konektivitas telekomunikasi putus akibat gempa. Kondisi kerusakan di Palue belum banyak ditersiar oleh media. Belum diketahui dengan pasti jumlah korban jiwa dan kerusakan yang timbul.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kompas mendapat kabar tentang Palue itu setelah dihubungi Nestor Langga, warga setempat pada Minggu (16/8/2026) siang.
"Sinyal hilang karena listrik padam. Kami baru hidupkan genset (generator set) sehingga baru bisa kontak keluar," kata dia.
Ia menuturkan, gempa pada pagi itu paling terasa guncangannya. Pulau itu berada paling dekat dengan titik gempa yang berada Laut Flores. Gempa pertama diikuti gempa susulan sebanyak ratusan kali. Hingga Minggu petang, gempa susulan masih terus muncul.
Gempa merusak pemancar sinyal serta pembangkit listrik. Akibatnya, komunikasi antardesa di Palue juga terputus. Di sana terdapat delapan desa dengan jumlah penduduk sekitar 6.000 jiwa. Nestor berasal dari Desa Rokirole.
Ia melaporkan, di desa itu satu orang meninggal dan dua orang luka. Rumah yang rusak mencapai puluhan unit. "Kalau seluruh desa di Palue belum kami ketahui. Sinyal putus, jalan antaradesa juga tertutup longsor," ujar Nestor.
Ia berharap pemerintah segera mengirimkan bantuan bahan makanan. Mereka kini terisolasi lantaran kapal yang dijadwalkan berlayar ke sana dibatalkan pascaperingatan dini tsunami. Secara khusus ia meminta agar PLN segera menormalisasi jaringan di sana.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, secara perlahan pemerintah akan membuka akses bagi daerah-daerah yang masih terisolasi. Pengiriman bantuan mulai dilakukan. Ia akan berkoordinasi dengan Polri , TNI, kepala daerah setempat untuk percepatan pengiriman bantuan ke Palue.
Menurut Melkiades, dampak gempa Flores sangat serius. Ia telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak 15 Agustus kemarin. Semua sumber daya akan dikerahkan dalam penanggulangan bencana ini.
Untuk gempa Flores, lanjutannya ditetapkan sebagai bencana daerah. Pemerintah pusat akan melakukan pendampingan. Terkait usulan status bencana nasional, hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama menyampaikan bahwa peringatan dini tsunami telah berakhir. Peringatan dini IV atau pengakhiran dikeluarkan pada pukul 07.30 WIB atau 08.30 Wita. Dengan demikian, peringatan dini tsunami berakhir setelah berlangsung selama 2 jam 31 menit 30 detik sejak gempa terjadi.
Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat tetap diminta mengikuti perkembangan informasi resmi BMKG dan arahan petugas di lapangan. Aktivitas kegempaan masih berlanjut setelah gempa utama.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan, hingga Minggu petang, jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 47 orang. Data tersebut masih terus diperbaharui mengingat masih banyak daerah yang terisolasi.
Serial Artikel
Pulau Palue Terisolasi dan Belum Tersentuh Penanganan Gempa Flores
Pulau itu berada dekat dengan titik gempa. Kondisinya terisolasi dan akses transportasi lumpuh.





