Usai Gempa 7,7 Magnitudo, BNPB Catat 995 Gempa Susulan Terjadi di NTT: 46 Terasa

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 995 kali gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah lepas pantai Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Sabtu (15/8). Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 gempa dirasakan oleh masyarakat.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan data tersebut merupakan catatan hingga Minggu (16/8) pukul 15.00 WIB.

“Dari BMKG itu untuk gempa susulan hingga tanggal 16 Agustus pukul 15.00 WIB total gempa susulan berjumlah 995 kali, tetapi yang dirasakan oleh masyarakat, sekali lagi yang dirasakan oleh masyarakat dari total gempa susulan yang tercatat 995 kali itu hanya 46 kali,” kata Abdul saat jumpa pers terkait penanganan gempa 7,7 M, Minggu (16/8).

Abdul menyebut jumlah gempa susulan yang dirasakan warga tersebut tidak lebih dari 10 persen dari total gempa susulan yang tercatat.

Ia menjelaskan gempa susulan merupakan fenomena alam yang terjadi setelah gempa utama. Menurutnya, aktivitas tersebut berkaitan dengan proses struktur patahan gempa untuk kembali mencapai kondisi stabil.

“Yang perlu kita pahami, gempa susulan ini diperlukan oleh struktur patahan gempa yang terjadi untuk kembali menjadi stabil. Jadi ini adalah fenomena alam yang memang harus kita lalui,” ujarnya.

BNPB berharap energi yang dilepaskan dari aktivitas patahan tersebut segera meluruh sehingga intensitas gempa susulan berkurang dan tidak lagi dirasakan masyarakat.

Di tengah masih terjadinya gempa susulan, BNPB mengimbau warga terdampak yang masih berada di pengungsian untuk memeriksa kondisi rumah masing-masing sebelum kembali.

Abdul meminta warga memperhatikan kemungkinan kerusakan struktur, seperti tiang yang retak, bagian sudut rumah yang lepas, maupun dudukan kuda-kuda atap yang bergeser dari tempatnya.

“Kalau saudara-saudara kita, warga di daerah terdampak memiliki kondisi rumah pascagempa seperti tadi, segera laporkan pada aparat RT terdekat, RW, atau orang desa, atau ke kantor BPBD setempat,” tuturnya.

Laporan warga tersebut nantinya akan menjadi data awal bagi pemerintah untuk melakukan pendataan dan verifikasi teknis terhadap rumah yang mengalami kerusakan.

Gempa 7,7 M Guncang NTT

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8). Berdasarkan catatan BMKG, gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.

Akibatnya, sementara tercatat 53 orang meninggal dunia. Sementara, sejumlah fasilitas umum rusak akibat gempa ini.

Pusat gempa berada di koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

BMKG sempat mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Petugas hingga kini masih melakukan evakuasi serta memberikan perawatan medis bagi warga yang terdampak gempa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanggap Darurat Gempa NTT Ditargetkan Selesai dalam 2-3 Minggu
• 56 menit lalukompas.com
thumb
Link PDF Pedoman Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Ini Susunan Upacaranya
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov DKI Siap Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Pramono: Sedang Berkoordinasi
• 9 jam laludisway.id
thumb
BRI Diakui Dunia, Sabet Dua Penghargaan Asian Banking dan Finance Awards
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Disebut Kaya 7 Turunan, Siapakah Sean Gelael? Kini Resmi Tunangan dengan Hana Malasan
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.