Program ini memadukan peningkatan kompetensi pendidik, pembelajaran berbasis permainan, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi tersebut menempatkan numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung. Kemampuan ini dipandang penting untuk membantu siswa bernalar, memahami informasi, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Tetap Jadi Pusat Pembelajaran Ekosistem ini dimulai dari penguatan kompetensi guru melalui Gasing Academy dengan pendekatan GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan).
Setelah itu, proses belajar siswa diperkuat melalui Sacred Octagon, platform berbasis permainan yang memanfaatkan AI untuk membantu anak berlatih matematika secara interaktif dan bertahap. SkulPintar turut disiapkan untuk mendukung pembelajaran dan asesmen.
Telkomsel menegaskan AI dalam program tersebut berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti guru. Pendidik tetap menjadi pusat pembelajaran karena teknologi digunakan untuk menyesuaikan pengalaman belajar dengan perkembangan kemampuan siswa.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan penguatan numerasi perlu mendorong siswa lebih percaya diri dalam belajar.
“Numerasi lebih dari sekadar kemampuan berhitung, tetapi juga fondasi untuk berpikir, memahami masalah, dan mengambil keputusan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberi lebih banyak anak kesempatan untuk belajar, mencoba, mencoba lagi, hingga percaya bahwa mereka bisa dan berhasil,” ungkapnya.
Siswa Bisa Belajar Matematika lewat Permainan Dalam kegiatan di Bali, guru dan siswa berkesempatan mencoba pendekatan GASING serta pembelajaran melalui Sacred Octagon.
Tahap awal ini digunakan untuk memahami kebutuhan di lapangan dan mengukur manfaat program secara bertahap agar pelaksanaannya tetap relevan bagi sekolah, guru, siswa, dan keluarga.
Pendekatan berbasis permainan menjadi salah satu bagian penting karena siswa dapat berlatih matematika secara interaktif, sementara perkembangan program dapat dipantau menggunakan data untuk kebutuhan evaluasi dan penyempurnaan berikutnya.
Pemprov Bali Siap Perluas Kolaborasi Gubernur Bali Wayan Koster menilai penguatan numerasi berkaitan erat dengan kesiapan sumber daya manusia menghadapi perubahan zaman.
“Kemampuan numerasi akan membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berbasis data, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.
Ia juga menyatakan pemerintah daerah siap mendorong kolaborasi lebih luas agar manfaat program dapat dirasakan sekolah dan masyarakat di berbagai wilayah Bali.
Pencetus metode GASING, Prof. Yohanes Surya Ph.D, menekankan pentingnya metode belajar yang sederhana dan membuat siswa berani mencoba.
“Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang baik. Melalui GASING, matematika kami hadirkan secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan,” jelas Yohanes.
Kolaborasi di Bali juga melanjutkan inisiatif sebelumnya. Telkomsel dan INA AI telah menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui MyTelkomsel dan by.U. Dalam program di Bali, dukungan tersebut diperkuat melalui keterlibatan pemerintah daerah, pengembangan kompetensi guru, pembelajaran siswa, serta evaluasi program.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)





