Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) melalui penerapan teknologi listrik tenaga surya untuk mendukung kegiatan ekonomi dan produktivitas nelayan.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan teknologi tenaga surya diarahkan agar manfaat inovasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku budi daya perikanan.
"BRIN berkomitmen memastikan bahwa teknologi tenaga surya ini dapat langsung menyentuh denyut nadi perekonomian masyarakat akar rumput, salah satunya melalui integrasi inovasi pendukung pada Program Kampung Nelayan," kata Arif di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Tenaga Surya Dukung Budi Daya dan Pengolahan IkanBRIN telah menerapkan tenaga surya sebagai sumber daya untuk teknologi Smart Feed Spreader yang digunakan dalam kegiatan budi daya perikanan.
Teknologi penebar pakan tersebut dapat bekerja secara otomatis, efisien, dan terkontrol dengan memanfaatkan energi matahari sehingga tidak menambah biaya listrik petambak.
BRIN juga melakukan hilirisasi teknologi pengering produk perikanan yang memanfaatkan energi surya untuk membantu pengolahan hasil tangkapan nelayan.
"Solusi tepat guna ini memastikan proses pengeringan hasil tangkapan nelayan berlangsung lebih cepat dan higienis, serta sangat hemat biaya operasional bila dibandingkan dengan metode pengeringan konvensional," ujar Arif Satria.
Prabowo Menargetkan 1.386 Kampung Nelayan pada 2026Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan dan mengoptimalkan potensi ekonomi laut Indonesia.
Pemerintah hingga kini telah membangun 100 Kampung Nelayan yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung aktivitas dan perekonomian masyarakat pesisir.
Fasilitas tersebut mencakup pelabuhan, tempat pelelangan ikan, ruang penyimpanan dingin, bengkel, fasilitas pengolahan hasil laut, perumahan, hingga fasilitas sosial.
"Hari ini, 100 Kampung Nelayan telah dibangun. Target kita, 1.386 Kampung Nelayan berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026," kata Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 pada 14 Agustus 2026.




