VIVA – Setiap hubungan pasti pernah melewati masa sulit. Pertengkaran, perbedaan pendapat, masalah finansial, tekanan pekerjaan, hingga perubahan dalam kehidupan dapat menguji seberapa kuat sebuah pasangan mempertahankan hubungan.
Namun, pasangan yang mampu melewati masa sulit tanpa berpisah biasanya memiliki pola tertentu dalam menjaga hubungan. Salah satunya adalah memahami bagaimana pikiran dan perilaku seseorang dapat terbentuk melalui pengalaman bersama.
Dalam psikologi, terdapat sejumlah prinsip yang berkaitan dengan suggestibility, yaitu sejauh mana seseorang terbuka terhadap pengaruh atau masukan dari pasangannya. Jika diterapkan secara sehat dan saling menghargai, prinsip ini dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat. Melansir dari YourTango, berikut lima prinsip yang bisa diterapkan pasangan untuk menghadapi masa sulit.
Pengalaman yang terjadi berulang kali bersama seseorang dapat membentuk asosiasi tertentu dalam pikiran. Artinya, ketika pasangan lebih sering mengalami momen menyenangkan bersama, kehadiran satu sama lain dapat semakin erat dikaitkan dengan rasa nyaman dan bahagia.
Sebaliknya, jika interaksi sehari-hari didominasi pertengkaran, kritik, atau sikap saling mengabaikan, hubungan dapat secara perlahan diasosiasikan dengan emosi negatif.
Karena itu, pasangan sebaiknya tetap menyisihkan waktu untuk melakukan aktivitas menyenangkan. Memasak bersama, bepergian, mencoba hobi baru, mengobrol santai, atau sekadar membuat pasangan tertawa bisa menjadi cara sederhana memperkuat ikatan emosional.
2. Hukum Pengulangan: Biasakan perilaku positifHubungan yang sehat tidak dibangun hanya melalui satu tindakan romantis. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang justru memiliki pengaruh besar.
Mengucapkan terima kasih, mendengarkan ketika pasangan berbicara, meminta maaf setelah bertengkar, menunjukkan perhatian, serta berbagi pekerjaan rumah dapat menjadi kebiasaan positif.
Masalahnya, pola negatif juga bisa terbentuk dengan cara yang sama. Kebiasaan menyalahkan, bersikap defensif, meremehkan pasangan, atau memilih diam setiap kali menghadapi masalah dapat menjadi respons otomatis.
Karena itu, pasangan perlu menyadari pola yang terus berulang dan berusaha menggantinya dengan perilaku yang lebih sehat.
3. Hukum Dominasi: Jangan biarkan sisi negatif menguasai hubunganDalam hubungan, sifat atau perilaku yang paling dominan dapat memengaruhi suasana keseluruhan. Misalnya, jika salah satu pasangan selalu ingin menentukan keputusan sendiri, pasangan lainnya lama-kelamaan dapat merasa tidak dihargai.





