Minggu siang itu, tubuh Ilham (40) sudah penuh oli. Badan dan celananya kotor, sementara bagian dadanya masih terasa nyeri setelah dua kali terjatuh saat mencoba menaklukkan titian pinang.
Namun, dua kegagalan itu tidak membuat Ilham dan timnya menyerah. Mereka kembali menyusun strategi sebelum percobaan ketiga. Kali ini, mereka tidak lagi memaksakan seluruh anggota tim untuk naik bersamaan.
"Saya dua kali gagal, percobaan ketiga alhamdulillah dapat. Tapi dengan saya jatuh ke air, jatuh dada duluan sampai nyesek tuh merah tuh. Ya itu perjuangannya sangat berat benar-benar," kata Ilham seusai mengikuti lomba titian pinang dalam acara "Semarak Kalimalang" di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (16/8).
Menurut Ilham, kegagalan kedua terjadi karena timnya salah strategi. Mereka sempat berlomba untuk mencapai bagian atas lebih dulu sehingga justru saling mendorong dan kehilangan keseimbangan.
"Iya, jadi kita berlomba-lomba untuk naik paling atas sendiri jadi kita terdorong nafsu lah jadi gitu. Jadi kita sampai bawah kita atur strategi karena olinya sudah berkurang, barulah kita cuma dua aja naik udah cukup dah," ujar dia.
Setelah turun, mereka mengubah cara bermain. Kondisi titian yang sudah sedikit lebih kering membuat peluang untuk mencapai bagian atas lebih besar.
Ilham kemudian menerapkan pola sederhana yang ia sebut seperti formasi sepak bola 4-4-2. Empat orang tetap menjadi satu tim, tetapi hanya dua orang yang naik untuk meniti bagian atas. Dua anggota lainnya membantu dari bawah.
"Tapi kalau sudah seperti ini olinya sudah hilang, jadi membahu-membahunya itu cuma sampai bawah aja dua orang naik ke atas, yang bawah udah, istirahat. Cukup dua aja yang saling bantu-membantu, udah gitu dah. Karena kalau dipaksain semuanya nggak bakal nyampe, gitu," jelas Ilham
Strategi itu akhirnya membuahkan hasil. Tim Ilham berhasil meraih juara ketiga. Hadiahnya berupa kipas dan sejumlah barang lain yang kemudian akan dibagi bersama anggota tim.
Bagi Ilham, hadiah tersebut bukan satu-satunya alasan mereka mengikuti lomba. Setiap tahun, ia memang menjadi perwakilan tim untuk RT-nya dalam lomba yang sama.
"Kita demi memeriahkan HUT RI dan satu juga untuk membanggakan dari RT kita masing-masing kan ditunjuk, karena dari setiap RT itu kita bisa membawa nama RT kita berapa, untuk mewakili dari warga-warganya," ujar dia.
Ilham mengatakan, tantangan terbesar dalam titian pinang justru berada pada kondisi oli yang masih tebal di bagian awal. Menurut dia, peserta yang mendapat giliran terakhir memiliki keuntungan karena sebagian oli sudah berkurang setelah digunakan peserta sebelumnya.
"Kalau kita naik awal-awal, nggak mungkin bisa nyampe atas. Karena olinya masih banyak," tegasnya.
Lomba titian pinang tersebut menjadi bagian dari rangkaian "Semarak Kalimalang", pesta rakyat yang digelar RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu untuk memperingati HUT ke-81 RI.
Ketua RT 006/04, Banu (51), mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap Agustus. Selain titian pinang dan panjat pinang, rangkaian perlombaan juga mencakup gebuk bantal.
"Ini acara rutin tahunan, ini pesta rakyat di setiap bulan Agustus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ini ajang rutin di setiap bulan Agustus merupakan pesta rakyat lah di Jakarta Timur," jelas dia.
Kemeriahan warga belum berakhir. Rangkaian acara berlangsung selama dua hari, 16 dan 17 Agustus 2026. Puncaknya dijadwalkan berlangsung pada Senin (17/8).
Ada hadiah yang membuat warga semakin bersemangat. Menurut Banu dan sejumlah peserta, hadiah utama pada rangkaian lomba berikutnya berupa sepeda motor listrik yang disebut merupakan bantuan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Ini ada hadiah utama dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Rakabuming Raka. Namun untuk hadirnya Bapak Gibran saya juga belum mengetahui secara jelasnya. Di tahun lalu Bapak Gibran datang, di tahun ini saya belum tahu," kata Banu.
Lalu, Ilham yang sudah berhasil meraih juara ketiga, juga memastikan dirinya masih akan kembali bertanding pada hari berikutnya. Namanya sudah tercatat sebagai perwakilan RT.
Jika pada Minggu ia harus jatuh dua kali demi meraih juara ketiga, targetnya pada hari puncak tentu lebih tinggi. Strategi pun sudah disiapkan sejak dari bawah.
"Besok bener harus mati-matian. Kita atur strategi dari darat dulu," kata Ilham dengan semangat.
Lalu ia menyebut formasi yang akan digunakan timnya. "Kita pakai formasi 4-4-2 kayak bola," ujarnya.





