KOMPAS.com — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sesaat setelah menerima laporan bencana, Amran langsung menginstruksikan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengonsolidasikan dan mendistribusikan pasokan beras ke lokasi terdampak.
“Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di NTT,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (16/8/2026).
Adapun total bantuan beras untuk empat kabupaten di NTT mencapai 5.386 ton, terdiri atas bantuan bencana dan bantuan pangan reguler. Total nilai bantuan tersebut mencapai sekitar Rp 75,4 miliar.
Bantuan ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak langsung dan berada dalam kondisi darurat.
Baca juga: Saat Mentan Amran Minta Ribuan Wisudawan Ngemper di Lantai...
Amran mengatakan, pihaknya bersama Bulog dan pemerintah daerah (pemda) terus memperkuat koordinasi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Prioritas kami adalah masyarakat. Bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mengalami keterbatasan akses, maupun berada di wilayah yang terdampak langsung,” katanya.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemda dan seluruh pihak terkait untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pangan tetap aman.
Dengan bantuan tersebut, Amran memastikan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya difokuskan pada kebutuhan pangan dalam masa tanggap darurat, tetapi juga memastikan bantuan reguler tetap berjalan.
Dengan demikian, masyarakat di wilayah terdampak tetap memperoleh dukungan pemenuhan kebutuhan pangan.
Baca juga: Mentan Amran Sebut Kasus Beras Fortifikasi Picu Kenaikan Harga 6 Bulan Berturut-turut
“Kami juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Oleh karena itu, bantuan bencana dan bantuan pangan reguler kita jaga secara bersamaan,” jelasnya.
Dukungan untuk daerahTotal bantuan beras yang dikerahkan untuk empat kabupaten di NTT mencapai 5.386 ton, yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Sikka.
Rinciannya adalah Kabupaten Manggarai memperoleh 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan pangan reguler.
Kemudian, Kabupaten Manggarai Timur memperoleh 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan pangan reguler.
Baca juga: Dituding Stereotip ke Perempuan, Mentan Amran: Tak Ada Niat Diskriminasi
Kabupaten Ngada memperoleh 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler, dan Kabupaten Sikka memperoleh 6,88 ton bantuan bencana dan 1.281,36 ton bantuan pangan reguler. Khusus untuk bantuan kebencanaan, total beras yang dialokasikan mencapai 200,35 ton.
Mentan Amran memastikan, pemerintah hadir dan tidak ada masyarakat terdampak bencana yang merasa sendirian.
Dalam penanganan bencana, pemerintah memastikan ketersediaan pangan, penyaluran bantuan, dan koordinasi dengan semua pihak untuk memulihkan kondisi masyarakat.
“Ini adalah kerja bersama. Semua unsur harus bergerak dengan satu tujuan, yaitu menyelamatkan dan membantu masyarakat,” katanya.
Baca juga: Tanggap Darurat Gempa NTT Ditargetkan Selesai dalam 2-3 Minggu
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





