jpnn.com, PADANG - Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan dua anak yang dilaporkan hilang akibat tenggelam saat mandi-mandi di dua lokasi terpisah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu.
Kedua korban tersebut ditemukan oleh tim gabungan setelah dilaporkan hilang saat berenang. Proses pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir area sekitar tempat kejadian musibah sebelum akhirnya kedua jasad korban berhasil dievakuasi.
BACA JUGA: Remaja 14 Tahun Hilang Tenggelam di Sungai Musi Saat Menolong Temannya
"Dua korban yang tenggelam di dua lokasi dan waktu terpisah telah ditemukan oleh tim hari ini," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang Abdul Malik di Padang, Ahad.
Ia mengatakan dua korban tersebut ditemukan oleh tim gabungan dalam keadaan meninggal dunia, dan jasadnya kini telah dievakuasi.
BACA JUGA: Hari Kedua Pencarian, Bocah 7 Tahun yang Tenggelam di Sungai Rawas Ditemukan
Korban pertama diketahui bernama Josua dengan jenis kelamin laki-laki berusia 15 tahun, ia dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8).
Pada awalnya korban tengah mandi-mandi bersama dengan tiga temannya di Sungai Batang Arau, Padang Selatan, kota setempat lalu terseret arus.
BACA JUGA: Sopir & Kernet Truk Tenggelam di Sungai Baung OKI Ditemukan Meninggal Dunia
Warga setempat yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan menyelamatkan tiga anak, sementara korban tidak berhasil ditemukan.
Setelah dinyatakan hilang sekitar dua hari, korban akhirnya ditemukan oleh tim di laut perairan Padang, dekat Pulau Sinyaru.
Sementara korban kedua bernama Zahir, laki-laki berusia 11 tahun. Ia tenggelam pada Sabtu (15/8) ketika tengah mandi-mandi di aliran sungai Batang Kuranji di Air Tawar Barat.
Warga setempat telah berusaha melakukan pencarian terhadap korban sejak awal kejadian, namun pencarian belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan pada Minggu.
Abdul Malik mengatakan pencarian korban melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur dan instansi seperti BPBD, Polri, TNI, Komunitas Siaga Bencana, hingga masyarakat sekitar.
Pencarian dilakukan oleh tim gabungan dengan menyisir wilayah perairan mulai dari sungai hingga perairan laut menggunakan kapal.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




