7 Doa Tolak Bala Agar Terhindar dari Bencana Alam, Diamalkan Setelah Sholat

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Letak geografis Indonesia yang berada di jalur lingkar gunung api aktif (ring of fire) serta pertemuaan lempeng tektonik menempatkan sejumlah wilayah pada risiko tinggi bencana alam. Selain kesiapsiagaan infrastruktur dan penguatan mitigasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kesadaran masyarakat dalam membangun ketahanan batiniah menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Dalam tradisi Islam, penyerahan diri dan permohonan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa dianjurkan untuk terus dirutinkan, khususnya usai menunaikan ibadah sholat fardhu maupun sunnah. Amalan ini bukan sekadar bentuk kepasrahan, melainkan fondasi psikologis dan spiritual masyarakat dalam menghadapi situasi krisis. Pembacaan Doa Tolak Bala menjadi salah satu ikhtiar batin untuk memohon keselamatan dari marabahaya, gempa bumi, hingga wabah penyakit.

Rincian Bacaan 7 Doa Tolak Bala dan Artinya

Masyarakat muslim dapat melafalkan berbagai lafal doa keselamatan yang bersumber langsung dari Al-Qur'an dan riwayat hadits shahih. Setiap lafal memiliki penekanan perlindungan yang spesifik sesuai dengan jenis ancaman yang dihadapi.

Berikut adalah rincian 7 bacaan Doa Tolak Bala lengkap dengan teks Arab, latin, serta artinya:

1. Doa Memohon Perlindungan dari Wabah dan Musibah

Lafal ini disusun untuk memohon perlindungan dari segala keburukan bencana yang tampak maupun tersembunyi.

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

Allahummadfa' 'annal bala-a wal waba-a waz zalazila wal mihana wa su-al fitani ma dhahara minha wa ma batan.

Artinya: Ya Allah, hindarkanlah kami dari bencana, wabah penyakit, gempa bumi, cobaan, dan keburukan fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

2. Doa Perlindungan dari Takdir Buruk dan Musibah Berat

Doa yang diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Bukhari ini dibaca untuk memohon perlindungan dari penderitaan yang melampaui batas kemampuan manusia.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

Allahumma inni a'udzu bika min jahdil bala-i wa darakis syaqa-i wa su-il qada-i wa syamatatil a'da-i.

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya musibah, jurang kesengsaraan, buruknya takdir, dan kegembiraan musuh atas kemalangan yang menimpaku.

3. Doa Menghadapi Ancaman Gempa Bumi

Saat terjadi guncangan tanah atau situasi gempa, lafal ini dibaca guna memohon kebaikan dari peristiwa alam yang sedang terjadi.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira ma fiha wa khaira ma ursilat bihi, wa a'udzu bika min syarriha wa syarri ma fiha wa syarri ma ursilat bihi.

Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan atas peristiwa ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengannya. Dan aku berlindung dari keburukannya.

4. Doa Perlindungan dari Angin Kencang dan Erupsi Gunung

Berdasarkan riwayat Imam Muslim, lafal ini dibaca untuk memohon agar fenomena alam ekstrem seperti angin puting beliung tidak membawa kehancuran.

اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Allahumma la taqtulna bi ghadabika wa la tuhlikna bi 'adzabika wa 'afina qabla dzalik.

Artinya: Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, serta selamatkanlah kami sebelum itu terjadi.

5. Doa Benteng Diri dengan Menyebut Nama Allah

Lafal dari riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi ini dianjurkan untuk dibaca tiga kali setiap selesai sholat subuh dan maghrib sebagai perisai dari marabahaya.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahi alladzi la yadurru ma'asmihi syai-un fil ardi wa la fis sama-i wa huwas sami'ul 'alim.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatunya pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

6. Doa Keselamatan Wilayah dan Kedamaian Negeri

Lafal yang termaktub dalam Al-Qur'an Surah Ibrahim ayat 35 ini dipanjatkan untuk memohon keamanan dan kesejahteraan suatu daerah dari kehancuran.

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ

Rabbij'al hadzal balada aminan warzuq ahlahu minas tsamarati.

Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya.

7. Doa Penguat Saat Kondisi Darurat dan Bencana

Lafal zikir Nabi Yunus dalam Surah Al-Anbiya ayat 87 ini sangat dianjurkan dibaca ketika seseorang atau kelompok masyarakat berada dalam himpitan bahaya besar.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin.

Artinya: Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.

Merutinkan bacaan Doa Tolak Bala usai ibadah sholat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual yang menguatkan moral masyarakat.

Tata Cara dan Adab Membaca Doa Tolak Bala

Ketertiban dalam mengamalkan doa menjadi faktor pendukung agar permohonan yang disampaikan dapat dihayati secara mendalam. Berikut adalah adab dan tata cara yang disarankan saat mengamalkan Doa Tolak Bala:

  • Membaca zikir dan doa dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar.

  • Mengawali doa dengan bacaan tahmid dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

  • Mengangkat kedua tangan sejajar bahu dengan sikap rendah hati (tadharru').

  • Membaca lafal doa secara tertib usai menyelesaikan sholat fardhu atau sholat malam.

Pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat sistem peringatan dini bencana bagi masyarakat. Pembacaan Doa Tolak Bala pasca sholat hendaknya berjalan sejajar dengan kesadaran masyarakat dalam merespons informasi kebencanaan, mematuhi jalur evakuasi, serta menyiapkan jalur komunikasi darurat di daerah masing-masing.

Integrasi antara kesiapsiagaan teknis di lapangan dan penguatan amalan Doa Tolak Bala diharapkan mampu menciptakan ketahanan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi risiko bencana alam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rp700 Ribu per Kg vs Rp34 Ribu: Heboh Upah Kupas Bawang ala Prabowo
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto: Rayakan HUT 81 RI, Anak-anak Ikuti Berbagai Lomba di Cipinang Melayu
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Fraksi PKB MPR Kawal Pertumbuhan dan Investasi agar Manfaat Kekayaan Alam Kembali ke Rakyat
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo: Pemerintah Akan Berupaya yang Terbaik Pulihkan NTT
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Rute Transjakarta Direkayasa saat HUT 81 RI, Ini Daftarnya
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.