JAKARTA - Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, sejumlah helikopter disiagakan untuk mempercepat distribusi logistik di wilayah terdampak gempa di NTT, baik dari TNI, Kemenhub, hingga BNPB.
"Untuk mempercepat distribusi logistik, pemerintah telah men-standby-kan (menyiagakan) beberapa unit satuan udara, di Labuan Bajo itu ada satu unit heli dari TNI AU, satu unit heli TNI AU, satu unit heli dari BNPB, dan dua unit pesawat masing-masing dari Kemenhub dan BNPB," ujarnya secara daring, Minggu (16/8/2026).
Selain di Labuan Bajo, kata dia, untuk mendukung distribusi logistik jika diperlukan dari Maumere, sudah disiagakan pula 1 unit helikopter dari TNI AD, 1 helikopter dari TNI AL, 2 unit helikopter dari Kemenhub, dan 1 helikopter dari BNPB. Semua itu disiagakan dan siap digunakan untuk mobilisasi personel hingga distribusi logistik jika diperlukan seandainya ada daerah-daerah membutuhkan dukungan distribusi logistik dari udara.
"Terkait bantuan logistik dari Bapak Presiden, 50.000 paket sembako, untuk (tahap) pertama itu sudah terkirim dan sampai 1.995 paket, dan lainnya sedang didistribusikan melalui posko Labuan Bajo itu 3.200 paket dengan rincian ke Kabupaten Manggarai 550 paket, ke Kabupaten Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, dan Nagekeo serta Ngada masing-masing 550 paket," tuturnya.
"Sedangkan yang lain di Maumere didistribusikan ke Sikka dan Ende ada 1.725 paket. (Tahap) kedua akan dikirimkan sore ini, sudah terbang pukul 15.00 dengan jumlah 45.075 paket. Semua ini atensi Bapak Presiden untuk benar-benar bisa meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana," jelas Abdul Muhari lagi.
Dia menerangkan, perkembangan lainnya penanganan jalan tertimbun longsor, seperti di Kabupaten Manggarai Barat yang terjadi longsor di Kecamatan Reok membuat alur jalan terputus ke tempat pembelian bahan bakar minyak. Per sore ini, ruas jalan di kilometer 49 Kecamatan Reok sudah dapat dilalui truk pengangkut BBM.




