Jakarta (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus memastikan ketersediaan energi tetap terjaga bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, pihaknya segera menyalurkan bantuan kemanusiaan setelah memperoleh informasi mengenai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak gempa.
“Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga berbagai kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat," ujar Kitty dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Disampaikan dia, di tengah kondisi darurat yang membuat sebagian warga membutuhkan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari makanan, air minum, obat-obatan, hingga penerangan, pihaknya melalui program Pertamina Peduli hadir untuk mendukung masyarakat sekaligus menjaga kelancaran aktivitas penanganan pascabencana.
Baca juga: Menteri PU kerahkan alat berat tangani longsoran pasca gempa NTT
Penyaluran bantuan tahap pertama telah dilakukan pada Sabtu (15/8) dan masih terus berlanjut. Hingga saat ini, bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 422 penerima manfaat dengan berbagai kebutuhan, di antaranya lebih dari 250 paket makanan siap santap, 100 dus air mineral, 20 dus biskuit, 15 dus roti, serta 20 dus susu UHT.
Selain bantuan pangan, pihaknya juga memberikan dukungan berupa perlengkapan kesehatan dan kebersihan untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat.
Dukungan lainnya berupa tiga unit toilet portable, serta satu unit genset berkapasitas 3.000 watt guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi terdampak.
Kitty menegaskan, kehadiran perusahaan milik negara dalam situasi bencana merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit.
“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa hadir dan membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak. Bantuan yang kami siapkan bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana bantuan tersebut bisa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan," tambah Kitty.
Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, pihaknya juga memastikan pasokan energi tetap tersedia untuk mendukung masyarakat dan proses penanganan darurat.
Kata dia, Pertamina akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana, sekaligus menjaga keberlangsungan layanan energi di wilayah terdampak.
Sebelumnya, Pertamina terus memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap dijaga dan dipulihkan secara bertahap pascagempa bumi, yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).
Baca juga: Gerak cepat, Bulog salurkan beras-minyak goreng bantu korban gempa NTT
Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menyampaikan berdasarkan update kondisi operasional per Sabtu (15/8/2026), dari total 52 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Flores, sebanyak 32 unit telah beroperasi dan 20 SPBU lainnya masih belum beroperasi, karena terdampak bencana.
Menurut dia, kondisi operasional SPBU bersifat dinamis dan terus dipantau sesuai perkembangan di lapangan.
"Sebagian SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala akibat pemadaman listrik, kerusakan sarana dan fasilitas, maupun kondisi lingkungan yang masih terdampak gempa. Sementara di beberapa SPBU lainnya, sarana dan fasilitas dalam kondisi aman, namun operasional belum dapat berjalan karena operator masih mempertimbangkan faktor keselamatan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan," jelas Kitty.
Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, pihaknya segera menyalurkan bantuan kemanusiaan setelah memperoleh informasi mengenai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak gempa.
“Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga berbagai kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat," ujar Kitty dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Disampaikan dia, di tengah kondisi darurat yang membuat sebagian warga membutuhkan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari makanan, air minum, obat-obatan, hingga penerangan, pihaknya melalui program Pertamina Peduli hadir untuk mendukung masyarakat sekaligus menjaga kelancaran aktivitas penanganan pascabencana.
Baca juga: Menteri PU kerahkan alat berat tangani longsoran pasca gempa NTT
Penyaluran bantuan tahap pertama telah dilakukan pada Sabtu (15/8) dan masih terus berlanjut. Hingga saat ini, bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 422 penerima manfaat dengan berbagai kebutuhan, di antaranya lebih dari 250 paket makanan siap santap, 100 dus air mineral, 20 dus biskuit, 15 dus roti, serta 20 dus susu UHT.
Selain bantuan pangan, pihaknya juga memberikan dukungan berupa perlengkapan kesehatan dan kebersihan untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat.
Dukungan lainnya berupa tiga unit toilet portable, serta satu unit genset berkapasitas 3.000 watt guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi terdampak.
Kitty menegaskan, kehadiran perusahaan milik negara dalam situasi bencana merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit.
“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa hadir dan membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak. Bantuan yang kami siapkan bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana bantuan tersebut bisa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan," tambah Kitty.
Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, pihaknya juga memastikan pasokan energi tetap tersedia untuk mendukung masyarakat dan proses penanganan darurat.
Kata dia, Pertamina akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana, sekaligus menjaga keberlangsungan layanan energi di wilayah terdampak.
Sebelumnya, Pertamina terus memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap dijaga dan dipulihkan secara bertahap pascagempa bumi, yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).
Baca juga: Gerak cepat, Bulog salurkan beras-minyak goreng bantu korban gempa NTT
Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menyampaikan berdasarkan update kondisi operasional per Sabtu (15/8/2026), dari total 52 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Flores, sebanyak 32 unit telah beroperasi dan 20 SPBU lainnya masih belum beroperasi, karena terdampak bencana.
Menurut dia, kondisi operasional SPBU bersifat dinamis dan terus dipantau sesuai perkembangan di lapangan.
"Sebagian SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala akibat pemadaman listrik, kerusakan sarana dan fasilitas, maupun kondisi lingkungan yang masih terdampak gempa. Sementara di beberapa SPBU lainnya, sarana dan fasilitas dalam kondisi aman, namun operasional belum dapat berjalan karena operator masih mempertimbangkan faktor keselamatan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan," jelas Kitty.





