Pulau Kepala di Natuna yang Memaksa Pengunjungnya Berenang

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

SERASAN, KOMPAS.com – Menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan Indonesia menuntut perjuangan, sebagaimana dirasakan pengelola perbatasan saat meninjau Pulau Kepala.

Pulau Kepala adalah salah satu dari tujuh pulau terluar di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Kompas.com meninjau pulau yang menjadi garda terdepan Indonesia menghadap Laut China Selatan ini, Minggu (16/8/2026).

Baca juga: Berduyun-duyun Warga Serasan di Pulau Terdepan Menyambut HUT RI Ke-81

Di sini, terdapat deretan pemecah ombak di sepanjang pantai guna menahan laju abrasi. Sejumlah alat berat seperti ekskavator terlihat di lokasi.

Pulau Kepala di Kecamatan Serasan merupakan gerbang awal masuknya wilayah Indonesia dari arah Laut China Selatan.

Kondisi geografisnya yang ekstrem membuat pulau ini rentan terhadap abrasi yang mengancam luas wilayah daratan Indonesia.

Baca juga: Kata Kepala SPPG Serasan soal Pelayanan MBG di Batas Negara

Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Komjen Pol Makhruzi Rahman turun langsung meninjau lokasi tersebut pada Minggu (16/8/2026).

Namun, ada tantangaan yang mengadang yakni belum ada dermaga yang memadai.

“Pulau ini adalah wilayah paling depan, sehingga sangat strategis bagi kepentingan nasional,” ujar Makhruzi kepada Kompas.com, Minggu (16/8/2026).

Dok Istimewa Pulau Kepala, Natuna, 16 Agustus 2026.

Makhruzi menjelaskan bahwa karena tidak adanya pelabuhan atau dermaga untuk bersandar, ia harus terjun ke laut dan berenang untuk bisa mencapai daratan.

“Saya harus berenang karena memang tidak ada pelabuhan di sini. Bisa dilihat sendiri, banyak bebatuan karang sehingga kapal kita tidak bisa menyandar. Memang belum ada tempat untuk kapal merapat,” pungkasnya.

Pulau tak berpenghuni tapi penting

Pulau ini pada dasarnya tidak berpenghuni, namun penting karena menjadi batas negara.

Di hadapannya adalah perairan Laut China Selatan dan perairan Malaysia dari arah Sarawak.

Abrasi menjadi masalah di pulau ini. Bila pulau ini dibiarkan terkikis ombak, maka kondisi itu berpotensi mengurangi cakupan wilayah perbatasan.

Dilansir ANTARA dari berita 26 Juni 2025, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) SUmatera IV Batam membangun struktur pengaman pantai di Pulau Kepala.

Dok Istimewa Pemecah ombak di Pulau Kepala, Natuna, 16 Agustus 2026.

Pembangunan pengaman pantai dari abrasi merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Natuna kepada pemerintah pusat, dalam rangka mencegah terjadinya abrasi.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dan melalui proses perencanaan teknis.

Pada 2025, tahap pertama dimulai dengan pagu anggaran lebih dari Rp 102 miliar dan nilai kontrak mencapai lebih dari Rp 96 miliar.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkes Targetkan Usia Harapan Hidup Warga RI 76 Tahun, Dorong Rajin Olahraga
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kebiasaan yang Bisa Memicu Identitas Mudah Dicuri saat Traveling
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Penanganan Gempa M7,7 di NTT, Polri Berangkatkan 137 Personel hingga K9
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Gempa Dahsyat M7,7 Robohkan Masjid Kubah Merah Putih di Manggarai Timur
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Gempa Susulan Masih Terjadi di NTT, Terbesar Magnitudo 4,3
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.