VIVA – Nasib Tragis dialami Ajax Amsterdam pada pekan kedua Eredivisie 2026/27. Sempat unggul dua gol, tim besutan Míchel Sánchez justru kehilangan kendali dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan SC Heerenveen.
Duel tersebut berlangsung di Johan Cruijff ArenA, Minggu 16 Agustus 2026 malam WIB. Hasil ini menjadi kehilangan poin pertama Ajax di Eredivisie musim ini setelah sebelumnya membuka kompetisi dengan kemenangan.
Sejatinya, Ajax langsung tampil agresif sejak pertandingan dimulai. Oscar Gloukh sempat mendapatkan peluang untuk membuka keunggulan, tetapi tembakannya masih mampu diamankan kiper Heerenveen, Bernt Klaverboer.
Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil. Berawal dari situasi sepak pojok, sundulan Aaron Bouwman mengenai tiang gawang. Bola kemudian justru ditepis Klaverboer hingga masuk ke gawangnya sendiri. Ajax pun unggul 1-0.
Setelah itu, Heerenveen mulai berani keluar menyerang. Jacob Trenskow sempat mendapatkan peluang, sementara upaya Dirk Proper juga belum menemui sasaran.
Ajax sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk menggandakan keunggulan. Kasper Dolberg berada dalam posisi sangat menguntungkan di depan gawang, tetapi penyelesaian akhirnya justru melambung.
Kegagalan tersebut tidak bertahan lama. Menjelang turun minum, Ajax akhirnya mencetak gol kedua melalui Abdellah Ouazane. Ouazane melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut atas gawang Heerenveen. Ajax menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Namun, keunggulan tersebut justru menjadi awal dari masalah bagi Ajax. Heerenveen berhasil memperkecil ketertinggalan pada masa injury time babak pertama.
Setelah sempat menggagalkan beberapa peluang lawan, pertahanan Ajax akhirnya tidak mampu menghentikan tembakan keras Jacob Trenskow yang bersarang di sudut gawang. Skor berubah menjadi 2-1.
Memasuki babak kedua, Ajax sebenarnya masih memiliki peluang untuk memperlebar jarak. Oscar Gloukh hampir mencetak gol ketiga, tetapi kombinasi Marcus Linday dan Klaverboer menggagalkan peluang tersebut.
Setelah momen itu, permainan Ajax perlahan kehilangan kendali. Heerenveen semakin percaya diri dan mulai memberikan tekanan lebih besar. Puncaknya terjadi sekitar 10 menit sebelum waktu normal berakhir.
Maxence Rivera memanfaatkan kemelut di depan gawang Ajax sebelum melepaskan tembakan keras yang mengubah skor menjadi 2-2.





