Insiden Keamanan Pangan MBG di Karo, Kepala BGN Ancam Pecat ASN yang Lalai

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menyusul insiden keamanan pangan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti lalai dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi salah satu siswa korban insiden keamanan pangan MBG yang dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan, Minggu, 16 Agustus 2026.

Mas Dar sapaan karib Sudaryono mengatakan, sanksi bagi pihak yang terbukti lalai tidak hanya berupa pencopotan dari jabatan. 

BACA JUGA:Bukan di Istana Negara, Sejumlah Menteri Rayakan HUT RI ke-81 Bersama Warga di Lokasi Gempa NTT

Khusus Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), dirinya memastikan pemecatan tidak dengan hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Sanksinya yang pertama, dapurnya disuspend berat. Kemudian Kepala SPPG-nya, sanksi yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot, tapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat melalui Badan Kepegawaian Negara, status ASN-nya. Karena ini sudah menyangkut (nyawa)," tegas Mas Dar.

Dia juga membuka kemungkinan menyerahkan proses investigasi kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan kelalaian dalam insiden tersebut.

Menurut dia, keamanan pangan MBG bukan sekadar persoalan operasional dapur.Melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa manusia.

BACA JUGA:Daftar Pemenang DANCOW Indonesia Cerdas 2026, SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung Jadi Juara

Karena itu, seluruh kepala dapur, petugas, dan penanggung jawab diminta memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) dijalankan.

Mas Dar juga meminta petugas yang merasa tidak mampu menjalankan tugasnya untuk mengundurkan diri daripada membahayakan penerima manfaat MBG.

"Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur. Ya. Kalau merasa enggak mampu, mundur. Jangan nyawa orang jadi permainan," tuturnya.

"Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan," sambung Sudaryono menutup.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Hangat Prabowo dan Jokowi Duduk Berdampingan di Upacara HUT ke-81 RI
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Lima Bandara Rusak, Maskapai Tangguhkan Sejumlah Penerbangan
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Ustaz Taufik Suprapto dari Bekasi Puji Rekam Jejak Kiai Marsudi Syuhud
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Ratna Sari Dewi Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Kenang Masa Bersama Soekarno
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kejuaraan Dunia BWF 2026: Makin Matang, Alwi Siap Unjuk Kebolehan
• 17 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.