Pemerintah kembali mengirimkan bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana gempa bumi M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebutkan bahwa tambahan 25 ton bantuan logistik telah tiba di sejumlah lokasi terdampak pada hari kedua pascabencana.
"Pada hari ini, Minggu, 16 Agustus 2026, di hari kedua penanganan bencana, tambahan 25 ton logistik telah tiba. Dengan demikian, total 52 ton logistik telah dikirimkan untuk membantu masyarakat terdampak," tulis Teddy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/8/2026).
Lebih lanjut, Teddy memaparkan bahwa bantuan logistik yang dikirimkan untuk masyarakat terdampak di NTT, meliputi makanan siap saji, air minum, sembako, obat-obatan, peralatan kesehatan, tenda, hingga air bersih. Bantuan tersebut selanjutnya secara langsung didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak.
"Seluruh bantuan selanjutnya didistribusikan melalui jalur darat, pesawat, dan helikopter ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Labuan Bajo, Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo," tulis Teddy.
Selain itu, Teddy menuturkan bahwa sejak hari kejadian, sejumlah pejabat terkait telah berada di berbagai lokasi terdampak untuk memimpin langsung penanganan pascabencana. Menurutnya, langkah tanggap pemerintah tersebut merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak tetap terpenuhi dan bantuan dapat segera menjangkau lokasi bencana.
"Pemerintah terus bergerak memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan bantuan tiba hingga ke lokasi," katanya.
Teddy menekankan langkah cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan negara hadir sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan. Selain itu juga memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar yang diperlukan.
(fca/dhn)





