Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut sekaligus melakukan transplantasi 512 fragmen terumbu karang di perairan Pantai Pulisan, Sulawesi Utara (Sulut), dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pengibaran bendera dilakukan pada kedalaman 12 meter dengan melibatkan 26 penyelam Pertamina dan 10 penyelam dari masyarakat setempat. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi PTK bersama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
"Pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut merupakan simbol kecintaan kami terhadap Indonesia sebagai negara maritim," kata Plt Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Eko, momentum Hari Kemerdekaan RI dimaknai perusahaan melalui upaya meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian laut yang menjadi bagian penting dari aktivitas logistik energi maritim.
Kegiatan tersebut turut melibatkan jajaran direksi, pemerintah daerah, serta komunitas lingkungan setempat dengan tetap menerapkan standar keselamatan penyelaman.
Selain pengibaran bendera, para penyelam Pertamina melakukan transplantasi 512 fragmen terumbu karang di Pantai Pulisan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Eko mengatakan Pantai Pulisan merupakan bagian dari kawasan Coral Triangle yang memiliki keanekaragaman hayati laut tinggi.
Kawasan tersebut juga berada di sekitar wilayah operasional Pertamina Group, khususnya Integrated Terminal Bitung yang menjadi pusat distribusi energi di Sulawesi.
"Karena itu, penanaman fragmen terumbu karang di lokasi ini merupakan bentuk komitmen PTK untuk turut menjaga kesehatan ekosistem laut yang menjadi ruang operasional kami sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan," ujar Eko.
Ia mengatakan pertumbuhan terumbu karang juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan keragaman ekosistem dan biota laut serta memperkuat daya tarik wisata bahari.
Direktur Armada PTK Dewi Susanti mengatakan komitmen terhadap kelestarian ekosistem maritim juga diterapkan dalam kegiatan bisnis perusahaan, antara lain melalui penerapan energi hijau dan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan pada sebagian kapal maupun infrastruktur PTK.
"Aksi sosial maupun operasional PTK diharapkan dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, serta keberlangsungan perusahaan di masa mendatang. Melalui rangkaian kegiatan HUT RI oleh PTK, kami berupaya ikut mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur," ujar Dewi.
Sebagai perusahaan logistik energi maritim, PTK saat ini mengoperasikan ratusan armada kapal di sejumlah wilayah strategis Indonesia.
Menurut perusahaan, operasional PTK mencakup layanan Support Vessel Provider, Marine Service, Port Operations Services, hingga Shorebase, dengan tingkat keandalan layanan di atas 99 persen.
Baca juga: Pertamina Trans Kontinental terus dukung kedaulatan maritim nasional
Baca juga: PTK tegaskan komitmen jaga keberlanjutan pesisir pantai
Baca juga: PTK memperluas penerapan "green shipping" lewat panel surya kapal
Pengibaran bendera dilakukan pada kedalaman 12 meter dengan melibatkan 26 penyelam Pertamina dan 10 penyelam dari masyarakat setempat. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi PTK bersama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
"Pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut merupakan simbol kecintaan kami terhadap Indonesia sebagai negara maritim," kata Plt Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Eko, momentum Hari Kemerdekaan RI dimaknai perusahaan melalui upaya meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian laut yang menjadi bagian penting dari aktivitas logistik energi maritim.
Kegiatan tersebut turut melibatkan jajaran direksi, pemerintah daerah, serta komunitas lingkungan setempat dengan tetap menerapkan standar keselamatan penyelaman.
Selain pengibaran bendera, para penyelam Pertamina melakukan transplantasi 512 fragmen terumbu karang di Pantai Pulisan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Eko mengatakan Pantai Pulisan merupakan bagian dari kawasan Coral Triangle yang memiliki keanekaragaman hayati laut tinggi.
Kawasan tersebut juga berada di sekitar wilayah operasional Pertamina Group, khususnya Integrated Terminal Bitung yang menjadi pusat distribusi energi di Sulawesi.
"Karena itu, penanaman fragmen terumbu karang di lokasi ini merupakan bentuk komitmen PTK untuk turut menjaga kesehatan ekosistem laut yang menjadi ruang operasional kami sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan," ujar Eko.
Ia mengatakan pertumbuhan terumbu karang juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan keragaman ekosistem dan biota laut serta memperkuat daya tarik wisata bahari.
Direktur Armada PTK Dewi Susanti mengatakan komitmen terhadap kelestarian ekosistem maritim juga diterapkan dalam kegiatan bisnis perusahaan, antara lain melalui penerapan energi hijau dan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan pada sebagian kapal maupun infrastruktur PTK.
"Aksi sosial maupun operasional PTK diharapkan dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, serta keberlangsungan perusahaan di masa mendatang. Melalui rangkaian kegiatan HUT RI oleh PTK, kami berupaya ikut mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur," ujar Dewi.
Sebagai perusahaan logistik energi maritim, PTK saat ini mengoperasikan ratusan armada kapal di sejumlah wilayah strategis Indonesia.
Menurut perusahaan, operasional PTK mencakup layanan Support Vessel Provider, Marine Service, Port Operations Services, hingga Shorebase, dengan tingkat keandalan layanan di atas 99 persen.
Baca juga: Pertamina Trans Kontinental terus dukung kedaulatan maritim nasional
Baca juga: PTK tegaskan komitmen jaga keberlanjutan pesisir pantai
Baca juga: PTK memperluas penerapan "green shipping" lewat panel surya kapal





