Liputan6.com, Jakarta - Gempa susulan masih terus terjadi usai lindu Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di sela-sela perayaan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026) saat ditemui wartawan mengatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan di lapangan.
Advertisement
"Di NTT tim kita sekarang sudah bergerak ke lokasi. Bahkan ada 3 UPT atau kantor BMKG yang ada di Pulau Flores dan juga ada dua pos kami di sana. Jadi ketika gempa terjadi memang staf BMKG sudah ada di lokasi, kita tersebar di 191 lokasi di Indonesia," katanya.
Teuku Faisal mengatakan, saat gempa NTT terjadi pihaknya bersama pemerintah daerah langsung mengambil tindakan-tindakan, penyelamatan, mendampingi BPBD, dan mendampingi tim SAR.
Terkait gempa susulan, dirinya mengatakan, pihaknya juga masih terus memantau.
"Sampai dengan jam 07.00 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa," katanya.
Teuku Faisal menyebut, kemungkinan dalam 2-3 minggu ke depan gempa akan meluruh sehingga pihaknya mulai bisa melakukan pendampingan retrofitting atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan.




