HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin menggandeng Growmates dan Empathic.id menyelenggarakan pelatihan Psychological First Aid (PFA) bertajuk Beyond Stigma pada Minggu, 16 Agustus 2023, di Ruang Courage Lt. 1, Psikologi FK Unhas. Kegiatan ini dirancang untuk membekali relawan dengan kemampuan memberikan respons awal yang manusiawi dan suportif bagi individu yang mengalami situasi krisis.
Dosen Psikologi FK Unhas, Dwiana Fajriati Dewi, S.Psi., M.Sc., menjelaskan bahwa pelatihan ini dibuat secara fleksibel agar sesuai dengan kebutuhan para relawan. Menurutnya, pembekalan tersebut merupakan langkah awal penting agar pekerja sosial tidak hanya mampu mendampingi tetapi juga memberdayakan penerima bantuan.
“Pelatihan ini bertujuan agar relawan dapat hadir secara efektif dan memberikan dukungan awal yang tepat sasaran,” jelas Dwiana saat membuka acara.
Pelatihan menghadirkan pemateri berkompeten seperti Raudyatuh Zahra, S.Psi., M.A., Dosen Psikologi sekaligus Sekretaris Pusat Krisis Psikologi Unhas, serta Andi Novianti R, M.Psi., Psikolog Klinis dari Bermakna Psychological Center. Mereka menyampaikan bahwa PFA bukanlah konseling profesional melainkan pendekatan terstruktur untuk memberikan dukungan aman dan empatik.
Raudyatuh menegaskan, PFA bukan tentang menyelesaikan seluruh masalah seseorang, tetapi tentang hadir, mendengarkan, dan memberikan dukungan awal sesuai dengan kapasitas kita.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman pentingnya menjaga kerahasiaan, menghormati keputusan penerima bantuan, dan tidak memaksa mereka untuk menceritakan pengalaman masa lalu.
Aspek krusial lain yang dibahas adalah batasan peran profesional. Pemberi PFA diarahkan untuk tetap tenang dan objektif serta mengenali kapan harus berhenti atau meminta dukungan dari tenaga profesional.
Andi Novianti menjelaskan, mengetahui kapan harus membantu dan kapan harus merujuk merupakan bagian penting dari memberikan pertolongan yang tepat.
Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara memberikan dukungan awal, tetapi juga kemampuan mengenali keterbatasan peran dan pentingnya meneruskan bantuan kepada pihak yang lebih kompeten. Peserta diharapkan mampu memahami bahwa membantu tidak selalu berarti menangani semuanya sendiri, melainkan juga mengetahui kapan harus mencari bantuan lebih lanjut.





