JAKARTA, DISWAY.ID-- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap dugaan insiden keamanan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, disebabkan kelalaian pengolahan bahan baku ikan.
Sebagian ikan tidak disimpan di freezer dan dibiarkan pada suhu ruangan selama 12 jam hingga lebih.
"Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Ada sekitar 200 sampai 300 ekor yang tidak masuk ke freezer, ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam," kata Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, Minggu (16/8/2026).
BACA JUGA:HUT RI ke-81 di Jakarta Dikawal 13.859 Personel Gabungan, Lalin Diatur Situasional
Ia menilai kondisi tersebut sebagai kelalaian serius dalam pengolahan makanan.
Dia menegaskan tidak boleh ada kelalaian dalam penyediaan MBG karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.
"Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai! Dan saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa enggak sanggup kerja, kau keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang," kecam Mas Dar tegas.
BGN akan memperketat pelaksanaan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG.
Sebanyak sekitar 27.000 kepala dapur di seluruh Indonesia diminta memberikan perhatian khusus terhadap setiap tahapan pengolahan makanan.
BACA JUGA:Insiden Keamanan Pangan MBG di Karo, Kepala BGN Ancam Pecat ASN yang Lalai
Di sisi lain, Mas Dar menyebut kondisi salah satu korban yang dirawat di PICU Rumah Sakit Haji Medan mulai berangsur membaik setelah menjalani perawatan selama tiga hari. Namun, pasien masih membutuhkan penanganan intensif.
"Kondisi di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik dibandingkan pertama kali masuk. Tapi memang masih di ICU. Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini," ungkapnya.





