JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini disampaikan Megawati saat memimpin upacara HUT ke-81 RI di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
"Saudara-saudara sekalian, seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai marilah kita mengucapkan doa bersama, terutama untuk yang namanya daerah Nusa Tenggara Timur, terutama Flores, kita doakan supaya mereka yang telah mengalami musibah untuk menguatkan dirinya," kata Megawati saat memimpin prosesi mengheningkan cipta.
Dia juga mendoakan keluarga korban diberi kekuatan dan masyarakat yang menjadi korban meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Baca Juga: Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP
"Dan bagi keluarga yang telah ditinggalkan oleh mereka-mereka yang merupakan terkena musibah gempa, kita doakan untuk mendapatkan tempat selayaknya di sisi Allah," ucapnya, dipantau dari kanal YouTube PDI Perjuangan.
Keprihatinan kembali disampaikan Megawati saat memberikan amanat dalam upacara tersebut. Presiden ke-5 RI itu menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi di wilayah NTT.
"Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai dan banggakan, saya secara khusus tadi kita telah berdoa bagi warga Flores, NTT, dan berduka cita yang sedalam-dalamnya atas korban yang terjadi akibat gempa bumi yang sangat luar biasa," ungkap Mengawati.
Gempa bumi magnitudo 7,7 melanda wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) dan mengakibatkan korban jiwa dan korban luka-luka.
Berdasarkan keterangan Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, per Minggu, korban jiwa akibat gempa di NTT mencapai 53 jiwa.
Selain korban jiwa, terdapat 135 korban luka yang dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 RI, Prabowo Doakan Korban Bencana Sumatera hingga NTT
BNPB mencatat terdapat ratusan rumah warga yang rusak akibat gempa, dengan rincian 154 unit rumah rusak berat, 49 rusak sedang, dan rusak ringan 38 unit.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, hingga kantor pemerintahan.
Muhari mengatakan data kerusakan masih bersifat dinamis. Petugas di lapangan disebutnya akan melakukan pencatatan dan verifikasi lanjutan untuk mendata kerusakan.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Megawati Soekarnoputri
- pdip
- upacara hut ri
- megawati pimpin upacara
- korban gempa ntt
- gempa ntt





