JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra berharap suasana di Aceh sudah kembali kondusif usai kericuhan yang terjadi beberapa hari lalu.
Yusril menekankan bahwa semua pihak harus menjaga ketentraman.
"Mudah-mudahan suasana di Aceh sudah kondusif dan semua pihak menjaga ketenangan, ketentraman, dan kedamaian," ujar Yusril di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Baca juga: KSAD Maruli Sebut Kondisi Aceh Masih Kondusif, Tak Ada Penambahan Pengamanan
Yusril menyampaikan, pemerintah menghormati semua elemen masyarakat Aceh yang sama-sama mencintai NKRI.
Dia memastikan pemerintah terus bekerja sama dalam mengatasi kekurangan yang ada.
"Tentu juga kita akan bekerja bersama-sama mengatasi berbagai kekurangan yang terdapat di dalam masyarakat yang menjadi tugas kita bersama untuk perbaiki keadaan," imbuhnya.
Baca juga: Kembali Sukarela Pascabanjir, 47 Narapidana Lapas Aceh Tamiang Dapat Remisi Tambahan
Diketahui, peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh, pada Sabtu (15/8/2026), diwarnai kericuhan.
Padahal, peringatan Hari Damai ini seharusnya menjadi momentum untuk mengenang berakhirnya konflik.
Kericuhan bermula ketika sebagian massa dari sejumlah elemen masyarakat hendak memasang bendera bintang bulan pada salah satu tiang di kompleks Masjid Raya Baiturrahman.
Sementara aparat TNI yang berjaga di sekitar pagar masjid melarang pemasangan bendera tersebut.
Larangan kemudian diikuti beberapa kali tembakan peringatan yang dilepaskan ke udara.
Baca juga: Menkum Temui Gubernur Mualem Bahas Otus Usai Ricuh Hari Damai Aceh
Suara tembakan membuat massa yang berada di halaman masjid spontan tiarap.
Dari situ bentrokan antara warga dan aparat pun terjadi.
Situasi menjadi semakin memanas setelah sebagian massa meluapkan kemarahan kepada aparat TNI.