Pantau - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto serta mendoakan korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Raja Salman menyampaikan simpati kepada keluarga korban meninggal dan seluruh rakyat Indonesia melalui pernyataan yang dimuat akun X Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Senin, 17 Agustus 2026.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan simpati yang tulus kepada Yang Mulia Presiden Prabowo, keluarga para korban meninggal, dan rakyat Indonesia," demikian pernyataan Raja Salman.
Raja Salman Doakan Korban GempaRaja Salman turut mendoakan korban meninggal, keluarga yang ditinggalkan, serta masyarakat yang mengalami luka akibat bencana tersebut.
"Kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada para korban meninggal dunia, menganugerahkan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan, serta memberikan kesembuhan segera kepada para korban luka."
"Kami juga memohon kepada-Nya agar senantiasa melindungi Yang Mulia dan Rakyat Indonesia dari segala keburukan dan musibah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa," ucapnya.
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman juga menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo terkait gempa yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
"Saya telah menerima kabar mengenai gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dan mengakibatkan korban meninggal dan luka-luka. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan rahmatNya kepada para korban meninggal dan memberikan kesembuhan segera kepada para korban luka," katanya.
Sekitar 2.000 Jiwa Terdampak GempaGempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu pagi dan berdampak terhadap sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima Kementerian Sosial RI, wilayah terdampak terutama meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.
Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak akibat gempa tersebut, sementara jumlah warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan.




