Ringkasan Berita
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Pesantren Baru Kediri melaksanakan audit resertifikasi ISO 9001:2015 (Manajemen Mutu) dan ISO 14001:2015 (Manajemen Lingkungan) pada Agustus 2026.
Proses audit independen dilakukan oleh TUV Rheinland Indonesia melalui pemeriksaan dokumen hingga verifikasi implementasi teknis di area operasional pabrik.
Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik menerapkan metode aerasi mikrobiologi berstandar Pergub Jatim No. 52/2014 dengan pengujian berkala di laboratorium terakreditasi KAN.
Air hasil olahan IPAL yang memenuhi baku mutu dimanfaatkan kembali untuk menyuplai kebutuhan irigasi lahan pertanian warga di sekitar kawasan industri.
Kediri (beritajatim.com) – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Kediri kembali mengukuhkan komitmennya dalam menjaga kualitas manajemen mutu sekaligus kelestarian lingkungan hidup. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan proses audit resertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 yang berlangsung sepanjang Agustus 2026.
Langkah ini menegaskan bahwa operasional industri gula skala besar dapat berjalan selaras antara efisiensi produksi dan prinsip keberlanjutan ekologis.
Audit Komprehensif Bersama TUV Rheinland Indonesia
Dalam ajang resertifikasi kali ini, PG Pesantren Baru menggandeng badan sertifikasi internasional TUV Rheinland Indonesia. Tim auditor melakukan peninjauan secara menyeluruh, mencakup pemeriksaan keabsahan dokumen, ketersediaan bukti pendukung, hingga verifikasi faktual di lapangan.
Pemeriksaan lapangan menjadi krusial untuk memastikan bahwa seluruh standar operasional prosedur (SOP) mutu dan lingkungan benar-benar diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran karyawan.
General Manager PG Pesantren Baru Kediri, Sugondo, menegaskan bahwa penerapan standar ISO menjadi pijakan utama dalam mendorong inovasi serta perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) di lingkungan perusahaan.
“Melalui inovasi yang terus dilakukan, kami berharap PG Pesantren Baru dapat terus tumbuh dan berkembang serta mampu mencapai target-target operasional yang telah ditetapkan,” ujar Sugondo.
Pengolahan Limbah IPAL Berstandar Pergub Jatim dan Akreditasi KAN
Selain penguatan manajemen mutu produk gula, tata kelola lingkungan menjadi pilar utama audit ISO 14001. PG Pesantren Baru secara konsisten mengoptimalkan kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan memanfaatkan metode aerasi berbasis bantuan mikroorganisme.
Metode biologis ini berfungsi menguraikan senyawa organik dalam limbah cair secara efektif sebelum dialirkan keluar. PG Pesantren Baru memastikan seluruh parameter air olahan memenuhi baku mutu ketat sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 52 Tahun 2014.
Untuk menjamin akurasi dan konsistensi mutu air olahan, pengujian sampel dilakukan secara berkala melalui laboratorium independen yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Pemanfaatan Air Olahan Limbah untuk Irigasi Pertanian
Wujud kepedulian lingkungan PG Pesantren Baru tidak berhenti pada pemenuhan standar batas aman pengolahan limbah semata. Air hasil olahan IPAL yang telah dinyatakan memenuhi baku mutu dimanfaatkan kembali (reuse) untuk membantu menyuplai kebutuhan irigasi lahan pertanian masyarakat sekitar.
Inisiatif ini menjadi bukti konkret pengelolaan sumber daya air yang bertanggung jawab sekaligus memberikan dampak kemanfaatan langsung bagi sektor pertanian daerah.
Sugondo berharap suksesnya proses resertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 ini semakin memperkuat budaya kerja berstandar tinggi di PG Pesantren Baru.
“Harapannya, melalui proses resertifikasi ini kami dapat terus memperkuat komitmen terhadap peningkatan kualitas, efektivitas operasional, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya. [nm/aje]




