JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengendara motor, Rezza Fauzi (31), menjadi korban pengeroyokan oleh rombongan pengantar jenazah di kawasan Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB ketika Rezza sedang menuju tempat kerjanya di kawasan Bambu Apus.
Saat melintas, Rezza berpapasan dengan rombongan pengantar jenazah yang didominasi pengendara sepeda motor, termasuk sejumlah anak sekolah.
Baca juga: Pemotor Diduga Dikeroyok Rombongan Pengantar Jenazah di Cipayung Jaktim, Korban Luka dan Motor Rusak
Menurut Rezza, beberapa pengendara dalam rombongan tersebut melakukan aksi zig-zag dan mengambil jalur berlawanan untuk membuka jalan bagi rombongan serta ambulans.
"Jadi dia yang zig-zag kanan kiri, kanan kiri gitu lho di jalan. Kelihatan dari awal memang agak ribut," kata Rezza dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Senin (17/8/2026).
Rezza kemudian tetap melaju di jalurnya karena menilai iring-iringan tersebut berada di arah berlawanan dengannya.
Baca juga: Keluarga Dapat Uang Santunan Rp 20 Juta dari Pengantar Jenazah Sutrimo
Saat hendak menyalip mobil di depannya, salah satu pengendara dari rombongan tiba-tiba menghadang laju motor Rezza.
"Ada satu orang lawan arah tuh, mereka udah di jalurnya mereka malah belok malangin ke kepala motor saya," ujar Rezza.
Kondisi tersebut memicu cekcok antara Rezza dan pengendara tersebut hingga rombongan yang berada di belakang ikut berhenti.
Baca juga: Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pengantar Jenazah Rusak Mobil di Jaksel Naik Penyidikan
Ambulans yang membawa jenazah juga disebut berhenti di belakang rombongan sehingga situasi di lokasi semakin ramai.
Rezza mengatakan, adu mulut kemudian berkembang setelah sejumlah orang dari rombongan disebut melakukan provokasi.
Situasi yang semakin panas berujung pada pengeroyokan terhadap Rezza oleh beberapa orang.
Baca juga: Korban Minta Polisi Usut Laporan Mobilnya Dirusak Rombongan Pengantar Jenazah di Jaksel
"Terus di situ motor saya ditendang-tendangin, motor saya dirusakin, saya ditampolin, sampai berdarah. Mata saya bengkak," kata Rezza.
Rezza mengaku tidak melakukan perlawanan ketika dikeroyok oleh massa tersebut.