SEMARANG, KOMPAS — Sejumlah pihak di Jawa Tengah mengirimkan bantuan ke beberapa daerah terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Bantuan yang dikirim itu mencakup sukarelawan, tenaga medis, hingga makanan dan barang-barang yang dibutuhkan para korban gempa di wilayah tersebut.
Pengiriman bantuan salah satunya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jateng. Kegiatan itu dilakukan Pemprov Jateng usai menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menyebut, Pemprov Jateng mengirimkan sebanyak 16 personel. Mereka berasal dari BPBD Jateng, BPBD Temanggung, BPBD Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta PMI Jateng.
“Para personel dibagi dalam tiga fungsi, yakni urban search and rescue (SAR), logistik, dan kesehatan. Mereka akan bertugas membantu penanganan darurat serta pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak,” kata Bergas dalam keterangannya, Senin.
Bersama para sukarelawan, dikirim juga bantuan berupa paket bahan pangan meliputi empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, paket sembako, dan obat-obatan. Bantuan dalam kategori tersebut tercatat sebanyak 3.795 paket.
Selain itu, terdapat 1.115 paket kebutuhan sandang dan keluarga, di antaranya matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, popok bayi dan dewasa, serta perlengkapan keluarga lainnya.
Sejumlah instansi di bawah koordinasi Pemprov Jateng juga mengirimkan 6.587 paket kebutuhan papan dan perlengkapan pendukung. Bantuan itu antara lain berupa terpal, tenda gulung, tenda keluarga, dapur lapangan, lampu darurat, sabun cuci, sabun mandi, sampo, serta perlengkapan mandi.
Untuk mendukung misi kemanusiaan tersebut, sebanyak 10 kendaraan turut diberangkatkan, terdiri dari enam truk, dua mobil double cabin, dan dua sepeda motor. Rombongan akan menempuh perjalanan melalui jalur darat dan laut dari Semarang menuju Tanjung Perak, Lembar, Kayangan, Poto Tano, Sape, Labuan Bajo, Nagekeo, hingga Ende.
“Posko lapangan di Kabupaten Ende menjadi tujuan utama tim. Para sukarelawan juga akan membantu pendistribusian logistik ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka,” ucap Bergas.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut, pengiriman personel maupun bantuan pada Senin itu merupakan bantuan tahap pertama. Ke depan, masih akan menyusul pengiriman bantuan dari pemerintah kabupaten/kota di Jateng.
“Pak Sekda dan Pak Wagub koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua. Ini baru tahap satu karena kondisi di sana fluktuatif sekali,” ujarnya.
Luthfi menyebut, pihaknya masih terus memantau perkembangan situasi di NTT. Ia juga berkoordinasi dengan Pemprov NTT untuk memastikan bantuan yang dikirim dari Jateng bisa disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut Luthfi, ia juga telah berpesan kepada para personel yang diterjunkan ke NTT untuk menjaga solidaritas dan mengutamakan keselamatan selama menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat dan laut. Petugas gabungan juga diminta tidak terburu-buru serta memastikan seluruh personel dan bantuan tiba dengan selamat.
Bantuan juga dikirimkan oleh Kepolisian Daerah Jateng. Bantuan yang dikirim meliputi, air mineral, susu bubuk, makanan siap saji, mi instan, beras, minyak goreng, biskuit, dan gula.
Selain itu, bantuan yang dihimpun dari personel Polda Jateng, anggota Bhayangkari se-Jateng dan para donatur itu, juga meliputi popok, terpal, serta pakaian dalam dan sarung.
Kemudian, Polda Jateng juga mengirimkan 11.000 lembar selimut tebal serta 15.000 potong pakaian baru bagi anak dan remaja.
“Jateng ini juga dikenal dengan produk makanan abon kering sehingga kami akan mengirimkan abon kering sejumlah 1,2 ton yang dikemas dalam bungkus kecil 250 gram supaya bisa langsung dikonsumsi. Selain enak, abon juga bergizi, dan praktis,” kata Kepala Polda Jateng Inspektur Jenderal Ribut Hari Wibowo.
Ribut menambahkan, jenis bantuan yang dikirim tidak semata-mata ditentukan dari persediaan yang ada, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana. Polda Jateng sebelumnya telah berkomunikasi dengan Polda NTT untuk mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan yang paling diperlukan.
“Semalam saya sudah komunikasi dengan Wakil Kepala Polda Nusa Tenggara Timur untuk merinci kebutuhan apa saja yang paling diperlukan saat ini di sana. Sebagian kami kirim melalui truk, dan sebagian bantuan akan menyusul. Supaya efisien, personel kami juga akan menuju lokasi dan membeli bahan-bahan yang dibutuhkan dari tempat terdekat,” ucapnya.
Tak hanya mengirimkan bantuan logistik, Polda Jateng turut menerjunkan tiga dokter dan lima personel untuk membantu penanganan trauma healing bagi masyarakat terdampak. Kehadiran personel tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan masyarakat, khususnya mereka yang mengalami tekanan psikologis setelah menghadapi bencana.
Posko lapangan di Kabupaten Ende menjadi tujuan utama tim. Para sukarelawan juga akan membantu pendistribusian logistik ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka





