Ringkasan Berita
Sebanyak 500 tukang becak se-Kediri Raya menjadi peserta sekaligus petugas upacara HUT ke-81 RI dalam kegiatan “Kami Juga Upacara”.
Sejumlah tukang becak mengisi posisi penting, termasuk Rudy, penyandang disabilitas yang menjadi ajudan inspektur upacara sekaligus pembawa teks Pancasila.
ANDIKA Media menggelar kegiatan tersebut sebagai pesan kesetaraan dan telah melaksanakannya secara rutin sejak 2023.
Usai upacara, peserta mendapat doorprize, makan bersama chef ICA Kediri, serta paket beras, bingkisan makanan, dan uang transport.
Kediri (beritajatim.com) – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kediri Raya berlangsung berbeda. Sebanyak 500 tukang becak tidak hanya menjadi peserta upacara, tetapi mengambil peran sebagai petugas dalam upacara bertajuk “Kami Juga Upacara” yang digelar ANDIKA Media, pada Senin (17/8/2026).
Para abang becak tersebut mengisi berbagai posisi penting dalam upacara. Mulai dari komandan upacara, pasukan pengibar bendera, pembaca Pembukaan UUD 1945, pembaca teks Proklamasi, hingga pembaca doa.
Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa peringatan kemerdekaan dapat dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang profesi maupun status sosial. Para tukang becak yang sehari-hari bekerja di jalanan diberi kesempatan untuk berdiri sejajar dalam sebuah upacara kenegaraan.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah keterlibatan Rudy, tukang becak asal Kelurahan Setono Pande, Kota Kediri. Penyandang disabilitas tersebut dipercaya menjalankan tugas sebagai ajudan inspektur upacara sekaligus pembawa teks Pancasila.
“Saya sangat bangga dan merinding. Meski saya punya keterbatasan fisik dan sehari-hari hanya menarik becak, hari ini saya diberi amanat sebesar ini untuk negara,” ungkap Rudy dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
CEO ANDIKA Media Rofik Huda yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni atau gimmick. Menurutnya, “Kami Juga Upacara” membawa pesan mengenai kesetaraan dan hak setiap warga negara dalam menikmati kemerdekaan.
“Kegiatan ini adalah pesan kuat bahwa kemerdekaan adalah hak mutlak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Tidak ada sekat profesi, tidak ada kasta status sosial. Tampilnya Pak Rudy dan kawan-kawan hari ini adalah bukti nyata dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” tegas Rofik dalam amanatnya.
Sebanyak 500 tukang becak tidak hanya menjadi peserta upacara, tetapi mengambil peran sebagai petugas dalam upacara bertajuk “Kami Juga Upacara” yang digelar ANDIKA Media“Kami Juga Upacara” bukan kali pertama digelar. Kegiatan tersebut telah menjadi agenda tahunan ANDIKA Media sejak 2023 dengan melibatkan kelompok masyarakat yang selama ini jarang mendapatkan ruang dalam kegiatan seremonial kemerdekaan.
Pada 2023 dan 2024, tukang becak juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Sementara pada 2025, sebanyak 250 penyandang disabilitas di Kediri Raya mendapat kesempatan menjadi peserta sekaligus petugas upacara.
Semangat peserta juga terlihat dari persiapan mereka sebelum mengikuti upacara. Mustamar, tukang becak asal Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, bahkan menghias becaknya dengan nuansa merah putih. Pada kendaraan tersebut terpampang tulisan “Kami Juga Upacara”.
“Ini adalah wujud kecintaan saya pada negeri ini. Saya ingin menunjukkan, walau kami ini cuma tukang becak, semangat nasionalisme kami tidak kalah. Merdeka!” seru Mustamar.
Kemeriahan kegiatan berlanjut setelah upacara selesai. Para peserta mendapatkan kesempatan mengikuti pengundian doorprize yang didukung para donatur ANDIKA Media.
Peserta upacara HUT ke-81 RI di ANDIKA Media mendapat undian hadiahSejumlah hadiah disiapkan bagi para tukang becak, mulai dari uang tunai hingga grand prize berupa magic com, televisi, dan kulkas. Salah satu peserta yang beruntung adalah Nasripin, tukang becak asal Tanjungtani, Prambon, Nganjuk.
“Senang sekali, Alhamdulillah ternyata beruntung dapat hadiah,” ujarnya.
Setelah pengundian hadiah, para peserta juga diajak makan bersama. Sebanyak 500 tukang becak tersebut menikmati sajian nasi goreng yang dimasak dan disajikan langsung oleh chef profesional dari Indonesia Chef Association (ICA) Cabang Kediri.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian bekal untuk dibawa pulang. Masing-masing peserta mendapatkan paket beras, bingkisan makanan, serta uang transport untuk keluarga di rumah.
Bagi para tukang becak, rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar mendapatkan hadiah maupun makanan. Kesempatan menjadi bagian dari upacara kemerdekaan memberikan pengalaman dan penghargaan tersendiri bagi mereka yang sehari-hari menggantungkan hidup dari mengayuh becak.
Melalui “Kami Juga Upacara”, semangat kemerdekaan di Kediri Raya kembali ditunjukkan melalui cara yang sederhana namun penuh makna. Merah putih tidak hanya berkibar di tangan mereka yang berada di balik meja pemerintahan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bagi para pekerja jalanan yang turut menghidupi keluarga dan menggerakkan kehidupan masyarakat setiap hari. [nm/aje]



