8 Pendaki Gunung Bawakaraeng Dievakuasi, Alami Hipotermia hingga Asma

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak delapan pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, karena mengalami gangguan kesehatan. Mereka mengalami hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan delapan pendaki tersebut dievakuasi dari gunung pada Senin (17/8) pagi.

"Tim SAR Gabungan mengevakuasi delapan orang pendaki yang mengalami berbagai kondisi kesehatan di jalur pendakian Gunung Bawakaraeng," kata Arif kepada wartawan.

Ia mengatakan delapan pendaki tersebut mengalami kondisi berbeda, antara lain hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus. Mereka dievakuasi dalam kondisi selamat menuju Posko Registrasi Bulu Balea untuk mendapatkan penanganan medis.

"Beberapa pendaki mendapatkan penanganan dari tim medis dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai kebutuhan," sambungnya.

Arif mengimbau pendaki tidak memaksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan. Menurutnya, kondisi cuaca, suhu dingin, kelelahan, serta kepadatan jalur menjadi faktor yang perlu diperhatikan selama mendaki.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri,” imbuhnya.

Mereka mendaki untuk mengibarkan bendera Merah Putih HUT RI di atas gunung.

3.273 Pendaki Berada di Gunung Bawakaraeng

Berdasarkan data Kantor Basarnas Makassar, per Minggu (16/8) malam, tercatat sebanyak 3.273 pendaki berada di Gunung Bawakaraeng.

Mereka melalui sejumlah jalur pendakian, yakni 223 orang melalui registrasi Lembanna, 1.681 orang melalui Bulu Balea, 947 orang melalui Tassoso, dan 422 orang melalui Kanreapia.

"Data tadi malam sudah 3.273 pendaki. Jumlah itu terus bertambah sampai hari ini," sebutnya

Arif mengatakan ribuan pendaki tersebut diperkirakan hendak melakukan pengibaran bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng yang memiliki ketinggian 2.830 meter di atas permukaan laut (mdpl) dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Basarnas menggelar Operasi Siaga Khusus Merah Putih. Operasi ini berlangsung pada 15-18 Agustus 2026.

Menurut Arif, operasi siaga tersebut bertujuan mengantisipasi berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi selama aktivitas pendakian.

"Tim SAR Gabungan akan tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik dan selalu siap memberikan pertolongan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringati HUT RI, Rombsis Indonesia Kirim Bantuan Dukung Penanganan Bencana NTT
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
21 Rumah Sakit dan 190 Puskesmas di NTT Terdampak Gempa M7,7
• 23 jam laluokezone.com
thumb
TNI Tembus Distrik Terisolasi Papua, Gelar Upacara Bendera Setelah 15 Tahun
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Apex 2026 Catat Transaksi Rp48 Miliar, Properti Sulsel Kian Bergairah
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Bupati Aceh Barat Larang Lomba Panjat Pinang saat HUT Ke-81 RI karena Risiko Cedera
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.