PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satunya dengan menyediakan akses komunikasi dan internet di sejumlah lokasi pengungsian.
Akses internet tersebut tersedia secara gratis dan dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa dikenakan biaya. Penyediaan akses internet darurat ini menjadi salah satu langkah TelkomGroup untuk mendukung kebutuhan komunikasi warga selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Direktur Network Telkom Nanang Hendarno mengatakan, dalam situasi bencana, kebutuhan untuk tetap terhubung menjadi semakin penting, baik bagi masyarakat untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun bagi petugas dan pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan di lapangan.
“Karena itu, TelkomGroup menghadirkan berbagai dukungan konektivitas di titik-titik strategis dan memastikan masyarakat tetap memiliki akses komunikasi yang dapat diandalkan,” ujar Nanang.
Sebagai bagian dari dukungan konektivitas di lapangan, Posko Siaga Bencana Telkomsel telah berdiri di sejumlah lokasi, yakni Gelora Samador Maumere, GraPARI Maumere, dan Telkomsel Authorized Partner (TAP) Rajawali Maumere.
Baca Juga: 85% Konektivitas Pulih, TelkomGroup Terus Percepat Perbaikan Layanan Pascagempa NTT
Sementara itu, posko di Mbay Nagekeo, TAP Borong, dan TAP Ruteng, serta Kantor Wilayah Telkom di Flores dan sekitarnya, tengah dalam proses persiapan untuk memperluas dukungan bagi masyarakat terdampak.
Di Posko Gelora Samador Maumere, Telkomsel juga menyediakan layanan IndiHome berkecepatan 200 Mbps dan Mesh WiFi secara gratis yang telah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di lokasi pengungsian.
Akses internet tersebut antara lain dimanfaatkan oleh Kepolisian Resor Sikka untuk menghadirkan hiburan bagi anak-anak melalui kegiatan pemutaran film di posko pengungsian.
Selain menyediakan akses internet gratis, TelkomGroup juga menyiapkan kartu perdana SIMPATI gratis, paket komunikasi darurat, serta layanan hotline 24 jam sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap dapat berkomunikasi selama masa tanggap darurat.
Dukungan konektivitas tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan, seiring dengan proses penanganan serta pemulihan pascagempa di wilayah NTT.





