HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jumlah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar (FMIPA UNM) meningkat drastis.
Tujuh tahun lalu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar (FMIPA UNM) menerima sekitar 860 mahasiswa baru.
Pada 2026, jumlah mahasiswa baru jenjang sarjana yang diterima mencapai 1.464 orang.
Pertumbuhan tersebut dibarengi ekspansi program studi. Dari sebelumnya sekitar 20 program studi, kini FMIPA memiliki 32 program studi setelah membuka 12 program baru dalam lima tahun terakhir.
Dekan FMIPA UNM, Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D., menyampaikan perkembangan tersebut saat memberi sambutan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FMIPA UNM, 14–15 Agustus 2026.
“Kami sangat berbahagia. Saya ingat tahun 2019 kami hanya menerima mahasiswa baru sekitar 860 orang,” kata Suwardi pada Senin, 17 Agustus 2026.
Selain 1.464 mahasiswa baru jenjang sarjana, FMIPA tahun ini juga menerima 274 mahasiswa baru program magister dan doktor.
Menurut Suwardi, meningkatnya jumlah mahasiswa berjalan seiring dengan perluasan bidang keilmuan yang ditawarkan fakultas.
Sejumlah program studi baru pada jenjang sarjana adalah Bioteknologi, Sains Informasi Geografi, Sains Lingkungan, Sains Aktuaria, dan Sains Data.
Pada jenjang magister, FMIPA mengembangkan antara lain Kimia Terapan, Bioteknologi, Pendidikan IPA, dan Statistika. Sementara pada jenjang doktor terdapat Matematika Terapan, Fisika, dan Pendidikan Biologi.
Suwardi mengatakan pertumbuhan program studi tidak boleh berhenti pada ekspansi secara kuantitatif. Mutu akademik harus berkembang pada saat yang sama.
Ia menyebut 12 program studi FMIPA saat ini berstatus unggul secara nasional. Lima program studi lainnya telah memperoleh akreditasi internasional ASIIN dari Jerman.
“Salah satu visi kita adalah unggul secara internasional. Kalau indikatornya program studi, 12 prodi FMIPA sudah unggul secara nasional,” ujarnya Doktor jebolan Osaka Prefecture University, Jepang itu.
FMIPA juga memperkuat fasilitas pembelajaran. Suwardi menyebut dalam lima tahun terakhir terdapat 116 ruang yang tersedia atau dikembangkan, sementara sarana pembelajaran jenjang sarjana bertambah sekitar 60 persen.
Fakultas tersebut juga memiliki 14 laboratorium teknologi informasi. Setiap jurusan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang seperti gazebo dan taman baca.
Suwardi menekankan bahwa perkembangan infrastruktur harus diikuti perubahan kompetensi mahasiswa.
“Semua mahasiswa FMIPA tidak boleh gaptek karena literasi teknologi informasi itu bagian dari kurikulum kita,” katanya.
Di bidang sumber daya manusia, FMIPA kini memiliki 53 guru besar. Jumlah tersebut disebut sebagai yang terbanyak di antara fakultas di UNM.
Suwardi juga menyinggung sejumlah capaian kelembagaan. Dalam UNM Award, FMIPA memperoleh penghargaan pada 15 dari 17 kategori yang dilombakan.
Fakultas tersebut juga disebut empat tahun berturut-turut memperoleh penghargaan dalam pengelolaan lingkungan hijau dan bersih.
Suwardi mengatakan pertumbuhan FMIPA harus tetap bertumpu pada mutu. Karena itu, fakultas tidak hanya mengejar jumlah mahasiswa, melainkan juga mendorong mahasiswa berprestasi menyelesaikan studi secara efektif.
Ia memberi contoh mahasiswa Program Studi Statistika yang mampu menuntaskan pendidikan sarjana dalam tiga tahun.
“FMIPA memang bekerja berbasis mutu. Kita punya high quality level. Standar kita tinggi,” ujarnya.
Perubahan dari 860 mahasiswa baru pada 2019 menjadi 1.464 mahasiswa baru sarjana pada 2026 menunjukkan FMIPA berkembang menjadi institusi yang semakin besar.(ams)





