Ekonomi Tertekan, Warga Argentina Barter Barang Demi Dapat Makanan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah warga di Provinsi Buenos Aires, Argentina, kembali menggunakan sistem barter barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah meningkatnya tekanan ekonomi keuangan rumah tangga.

Dilansir Viory, Senin (17/8), aktivitas barter tersebut dilakukan di Villa Astolfi. Puluhan warga terlihat saling menukar pakaian, barang rumah tangga, hingga kebutuhan pokok tanpa menggunakan uang.

Sejumlah peserta mengaku pendapatan yang mereka peroleh tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat warga mencari alternatif untuk mendapatkan makanan dan kebutuhan lainnya.

Penggagas kegiatan, Ana Barreto, mengatakan klub barter tersebut berawal dari pertemuan warga di Pilar yang menemukan banyak keluarga kesulitan memperoleh makanan.

"Idenya adalah membentuk ruang komunitas untuk bertukar barang karena dari pertemuan warga yang kami adakan di Pilar, kami melihat kebutuhan masyarakat. Banyak orang membutuhkan suatu cara untuk mendapatkan makanan," kata Barreto, dikutip Minggu (16/8).

Sejumlah bahan makanan pokok menjadi barang yang paling banyak dicari dalam kegiatan tersebut, mulai dari pasta, saus tomat, minyak, hingga gula.

Menurut Barreto, berdasarkan survei yang dilakukan komunitasnya, sebanyak 77 persen keluarga yang disurvei mengaku tidak mampu membeli daging, produk susu, buah, dan sayuran karena kekurangan uang.

"Dan itu berarti pola makan yang buruk," ujarnya.

Kembalinya sistem barter mengingatkan pada praktik serupa yang marak dilakukan masyarakat Argentina ketika negara tersebut menghadapi krisis ekonomi pada 2001. Kini, kalangan pensiunan juga mulai kembali menggunakan sistem tersebut.

Salah seorang pensiunan bernama Yolanda mengatakan uang pensiun yang diterimanya tidak lagi mencukupi kebutuhan hidup, termasuk untuk membayar tagihan listrik dan gas.

"Saya melakukan ini karena uang pensiun yang saya terima benar-benar tidak cukup untuk apa pun. Tagihan listrik saya melonjak, begitu juga gas, TV kabel, semuanya. Jadi kami mulai lagi seperti pada 2001, ketika kami biasa melakukan ini," kata Yolanda.

Kebutuhan terhadap makanan disebut menjadi persoalan paling mendesak. Beberapa warga bahkan menukarkan pakaian dan barang miliknya untuk memperoleh bahan pangan.

Ekonomi Argentina tertekan sejak 2023. Krisis ekonomi yang sudah ada semakin diperparah karena situasi politik menjelang Pemilihan Umum Presiden (Pilpres). Sebulan sebelum dilaksanakannya pilpres, tingkat inflasi tahunan di Argentina menyentuh 143 persen.

Pada waktu itu, salah satu calon presiden (capres) yang bernama Sergio Massa yang juga menjabat sebagai petahana Menteri Keuangan Argentina, menetapkan kebijakan menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Kebijakan ini diambil oleh Massa sebagai salah satu strategi kampanye untuk menaikkan popularitas dan elektabilitasnya.

Sayangnya, kebijakan ini berdampak negatif terhadap penerimaan pajak Argentina. Semenjak kebijakan tersebut diberlakukan, terhitung hanya ada 88.000 wajib pajak orang pribadi yang berkewajiban membayar Pajak Penghasilan (PPh). Situasi tersebut pun pada akhirnya membebani kas negara, padahal negara juga sedang dalam kondisi krisis.

Meski demikian, ekonomi Argentina mulai berangsur pulih. Berdasarkan data Institut Statistik dan Sensus Nasional Argentina (INDEC), produk domestik bruto (PDB) Argentina tumbuh 4,5 persen sepanjang 2025.

Pemulihan ekonomi masih berlanjut pada awal tahun ini, meski dengan laju yang lebih moderat. PDB Argentina tumbuh 2,3 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Dibandingkan kuartal IV 2025, ekonomi tumbuh 0,7 persen secara seasonally adjusted.

Argentina juga berhasil menekan laju kenaikan harga secara signifikan. Inflasi sepanjang 2025 tercatat sebesar 31,5 persen, dengan inflasi Desember 2025 sebesar 2,8 persen secara bulanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengungsi gempa Flores jalani pemulihan trauma pascabencana
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Dijajah Ratusan Tahun, Kenapa Warga RI Tak Bisa Bahasa Belanda?
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dua Perwira Akpol dan Akmil 2003 Jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Display Varietas Padi Dorong Swasembada Pangan Bangka Selatan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kamera Drone Militer Inggris Diam-Diam Kirim Sinyal ke China, Royal Navy Geger
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.