BORONG, iNews.id - Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Hingga hari ketiga penanganan, sebanyak 187 warga di wilayah ini tercatat menjadi korban.
Kondisi tersebut membuat proses pencarian dan pertolongan terus dikebut. Tim gabungan masih bekerja di sejumlah lokasi untuk mengevakuasi korban dan membantu warga yang terdampak.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, turun langsung ke Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.
Kedatangan Kabasarnas untuk memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal. Dalam kunjungan tersebut, Mohammad Syafii didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Keduanya meninjau kondisi warga yang mengungsi sekaligus mengevaluasi proses pencarian dan pertolongan yang dilakukan tim gabungan di lapangan.
Baca Juga:Kuasa, Modal dan Negara: Genealogi Korporatisme Oligarki Era Prabowo–GibranKabasarnas mengatakan Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa. Pemerintah dan tim penyelamat pun terus memperkuat penanganan di daerah tersebut.
"Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak," ujar Kabarnas, Senin (17/8/2026).
Besarnya dampak gempa terlihat dari jumlah korban yang terus ditangani tim gabungan. Selain korban jiwa dan luka-luka, sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan.
Banyak warga memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman. Kondisi bangunan yang rusak membuat warga diminta tidak terburu-buru kembali ke rumah.
Basarnas mengingatkan masyarakat agar tetap berada di lokasi aman, terutama warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat guncangan. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga:TNI Kuasai Tempat Transit OPM di Intan Jaya, Sejumlah Senpi dan Amunisi DisitaSaat ini, seluruh unsur penanganan bencana masih fokus pada pencarian dan pertolongan korban. Tim gabungan juga memberikan pelayanan kesehatan, menyalurkan bantuan, serta membantu pemulihan masyarakat terdampak.
Penanganan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi sekaligus mempercepat proses evakuasi dan pemulihan di wilayah Manggarai Timur.
#regional




