Bensin Bikin Dompet Tipis, Motor Listrik VinFast Tawarkan Solusi Praktis

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Buat sebagian orang, bensin menjadi salah satu pengeluaran yang kelihatannya kecil tetapi terus muncul setiap minggu. Kalau motor dipakai setiap hari untuk berangkat kerja, kuliah, atau sekadar beraktivitas di dalam kota, biaya tersebut akhirnya ikut mengambil porsi dari uang bulanan.

Situasi ini membuat motor listrik mulai masuk hitungan, terutama bagi pengguna yang ingin menekan biaya operasional tanpa mengubah pola mobilitas secara drastis. VinFast menjadi salah satu merek yang menawarkan pendekatan tersebut melalui tiga motor listriknya, yakni Evo, Feliz II, dan Viper.

Baca Juga :
Bukan Cuma Ojol, Ini Profesi yang Cocok Pakai Motor Listrik untuk Harian
Terpopuler: Motor Listrik Penuhi TKDN, Ferrari CZ26 Cuma untuk Satu Orang, hingga Efek Subsidi

Salah satu yang menarik adalah skema baterainya. Ketiga model tersebut bisa digunakan dengan sistem battery subscription, sehingga konsumen tidak harus membeli baterai sekaligus bersama motornya. Saat ini, biaya langganan satu baterai tercatat Rp84 ribu per bulan, sedangkan biaya satu kali penukaran baterai (battery swap) Rp6 ribu.

Hitung-hitungan sederhananya

VinFast sendiri memberikan gambaran biaya energi antara motor listrik dan motor bensin. Berdasarkan perhitungan internal yang ditampilkan pada materi VinFast E-Motorcycle, kebutuhan listrik untuk motor listrik disebut mulai sekitar Rp40 ribu per bulan, sedangkan biaya bensin dipatok sekitar Rp400 ribu per bulan.

Kalau angka tersebut dipakai sebagai ilustrasi, selisih biaya energinya mencapai Rp360 ribu per bulan. Dalam setahun, nominal yang berpotensi tidak dikeluarkan untuk bensin menjadi sekitar Rp4,32 juta.

Namun, perhitungan tersebut belum memasukkan biaya langganan baterai. Jika menggunakan satu baterai dengan tarif Rp84 ribu per bulan, kebutuhan bulanannya menjadi sekitar Rp124 ribu, terdiri dari Rp40 ribu listrik dan Rp84 ribu langganan baterai.

Dengan skenario tersebut, selisihnya terhadap biaya bensin Rp400 ribu menjadi sekitar Rp276 ribu per bulan. Dalam satu tahun, potensi selisihnya mencapai Rp3,31 juta.

Tidak perlu menunggu baterai penuh

Selain persoalan biaya, sistem penukaran baterai menjadi bagian yang cukup menarik dari konsep VinFast. Pengguna tidak harus selalu menunggu baterai selesai diisi ketika membutuhkan kendaraan dalam waktu cepat.

VinFast menyebut proses swap dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dengan biaya Rp6 ribu untuk satu kali penukaran, pengguna bisa mengganti baterai di fasilitas yang tersedia tanpa harus membawa pulang baterai untuk diisi sendiri.

Baca Juga :
VinFast Viper: Performa Sporty untuk Gaya Hidup Urban yang Aktif
Pindah ke Motor Listrik Bisa Bikin Hidup Naik Kelas?
Motor Listrik Bikin Negara Hemat Anggaran BBM, Apa Manfaatnya?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HUT ke-81 RI, Soraya Hamzah Haz Berharap Indonesia Makin Jaya dan Rakyat Sejahtera
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sudaryono Buka Peluang Kasus Keracunan MBG Diusut Aparat Penegak Hukum
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Wakil Panglima TNI: Program yang Sejahterakan Rakyat Harus Segera Terealisasi
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Data Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Flores 2026, Berikut Sebarannya
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
EKSKLUSIF: Isyana Sarasvati Bangga Bawa Identitas Indonesia ke Festival Musik di Korea Selatan
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.