Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui jalur laut dan udara. Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar korban gempa terpenuhi.
“Bantuan dikirim melalui jalur laut dan udara untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan yang terdampak gempa magnitudo 7,7 tersebut,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 17 Agustus 2026.
Bantuan yang dikirim meliputi 150 tenda keluarga, 400 matras, enam genset beserta enam jeriken bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas 20 liter, 10 boks peralatan listrik, 600 paket sembako, 100 dus air minum, 1,6 ton beras, 300 selimut, 100 paket hygiene kit, 100 paket kidsware, serta 150 liter minyak goreng.
Ferry KMP Ile Ape yang mengangkut bantuan tersebut tiba di Pulau Palue pada pukul 17.20 WITA. Bantuan kemudian dibongkar untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Setelah bersandar, bantuan segera dimobilisasi dan diterima langsung oleh Sekretaris Camat Palue Maria Bernadeta Roja," tutur Berton.
Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere, NTT. (ANTARA)
Baca Juga :
Update Korban Gempa NTT, 68 Meninggal 213 LukaBantuan tahap pertama telah dikirim menggunakan speedboat milik Polair pada Minggu, 16 Agustus 2026. Distribusi bantuan menuju masyarakat terdampak masih menghadapi tantangan karena kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak akibat gempa. Tim gabungan tetap menempuh jalur darat untuk memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh warga.
Selain bantuan logistik, BNPB bersama unsur terkait melakukan penanganan infrastruktur kelistrikan di wilayah terdampak. Berdasarkan data PLN UP3 Flores Bagian Timur per Senin pukul 17.00 WITA, dari enam gardu distribusi yang terdampak, empat gardu telah kembali menyala dan dua lainnya masih padam. Perbaikan jaringan listrik terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan bagi masyarakat.
Bantuan penanganan darurat juga mencakup obat-obatan dan dukungan delapan tenaga medis dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Puskris Kemenkes) untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan unsur terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di Pulau Palue terpenuhi serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan di lapangan.




