Jakarta, tvOnenews.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen istimewa bagi Heni Yawati (58), atau yang akrab disapa Bi Heni. Tepat pada 17 Agustus 2026, perempuan yang sejak kecil bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) itu mendapat kabar bahwa dirinya akan diberangkatkan umrah secara gratis.
Kesempatan tersebut diberikan melalui Program Wisata Religi Umroh Presisi yang digagas Komunitas Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia dan menjadi bagian dari program pemberangkatan umrah bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
Bagi Bi Heni, kesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci merupakan sesuatu yang sebelumnya bahkan tidak pernah masuk dalam bayangannya. Sejak usia 8 tahun, ia telah meninggalkan bangku sekolah untuk membantu menghidupi keluarga.
Perjalanan hidupnya bermula ketika sang ayah menikah lagi. Bi Heni kemudian bekerja sebagai buruh cuci dan gosok. Saat itu, upah yang diterimanya bahkan hanya berupa nasi bungkus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Usia 15 tahun saya dipaksa menikah oleh Almarhum Bapak. Saya berjanji, saya boleh tidak sekolah tak apa, yang penting anak-anak saya harus pintar dan lulus sekolah semua," ucap Bi Heni, Senin (17/8/2026).
Janji tersebut kemudian berusaha diwujudkannya dengan bekerja sebagai ART. Dari penghasilannya, ia membesarkan empat anak yang seluruhnya berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA.
Kehidupan Bi Heni juga tidak selalu berjalan mudah. Suaminya pernah menderita penyakit ginjal dan harus menjalani cuci darah selama dua tahun. Di tengah keterbatasan biaya, Bi Heni tetap merawat suaminya sembari berdoa agar keluarganya kembali diberi kesehatan.
"Saya mohon Ya Allah, anak saya masih kecil-kecil, jangan sampai tidak punya bapak. Sembuhkanlah suami saya," kenangnya.
Ia menyebut kondisi suaminya kemudian membaik. Pengalaman panjang menghadapi keterbatasan itu membuat kabar mengenai keberangkatannya ke Tanah Suci terasa semakin tidak biasa.
Apalagi, kabar tersebut datang bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-58, yang jatuh pada 17 Agustus atau bersamaan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI.
"Saya ini sehari-hari masih kekurangan untuk makan. Suami juga sudah tidak bekerja. Tapi ada Mukjizat dari Alloh SWT, saya bisa berangkat umroh lewat kebaikan Pak Kapolri (Listyo Sigit Prabowo). Ini benar-benar di luar nalar, terbesit saja tidak," tuturnya haru.




