KDM Kritik Budaya Feodal di Pemprov dan Minta Maaf ke Warga Jabar yang Belum Teraliri Listrik

republika.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta maaf kepada warga yang belum teraliri listrik di momen HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) di Pasanggrahan Panca Rasa, halaman Gedung Sate, Senin (17/8/2026). Ia pun mengkritik budaya feodal yang masih ada di lingkungan birokrasi Pemprov Jabar.

"Iya, kan kita harus jujur tentang keadaan kita. 81 tahun merdeka, layanan dasar pemerintah belum bisa berjalan secara efektif," ucap dia seusai upacara, Senin (17/8/2026).

Baca Juga
  • KDM Kaget Temukan Sampah tak Dibersihkan Selama 32 Tahun di Bandung
  • KDM Bakal Gelar Upacara 17 Agustus di Gedung Sate, Warga Boleh Hadir
  • Hindari Putus Kuliah, KDM Usul Kenaikan Batas Gaji Orang Tua Bagi Mahasiswa Penerima KIP

Gubernur yang akrab disapa KDM ini mencontohkan saat menjabat sebagai Gubernur warga yang belum teraliri listrik sebanyak 500 ribu orang. Padahal Jawa Barat merupakan pusat energi listrik.

"PLTA ada di sini, geothermal ada di sini, bahkan di Cirata sekarang ada PLTS. Nah, pembangunan ini selama ini sering kali mengabaikan daerah-daerah yang menjadi sumber produksi, sehingga daerah sumber produksi itu sering mengalami penderitaan," kata dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

KDM melanjutkan masyarakat sekitar di daerah tambang dan pembangkit listrik banyak yang menderita. Ia menyebut uang bagi hasil bergeser ke tempat lain.

"Ini kan perspektif yang harus segera dibenahi dan diakui sebagai sesuatu yang harus dikoreksi dalam tata kelola keuangan daerah. Saya kan ngomongnya daerah Provinsi Jawa Barat, ya," kata dia.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditegur! Hakim Tolak Putar Video Saat Praperadilan Tifa, Tegaskan Bukan Wewenang Ahli Nilai Bukti
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
99,4 Persen Aliran Listrik di Wilayah Terdampak Gempa NTT Kembali Pulih
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bukan Tanpa Sebab, Begini Alasan Bacaan Shalat Dhuhur dan Ashar Tidak Bersuara, Ustaz Adi Hidayat Beri Jawabannya
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung Dewata Challenge Series 2026: Bali United Vs Persib di Indosiar
• 10 jam lalubola.com
thumb
Pimpinan DPR Gelar Rapat Bareng Pemerintah, Bahas Perpres Ojol
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.